Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Kramat Jati Rp55 Ribu, Ini Penyebabnya

  • 11 Sep 2026 15:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, masih terbilang tinggi meski mulai mengalami penurunan. Pada Jumat, 11 September 2026, harganya berkisar Rp55 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Pantauan RRI Jakarta di Pasar Induk Kramat Jati di kios yang dijaga pedagang Jamal, harga cabai merah keriting juga turun dari sekitar Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu hingga Rp37 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit hijau justru naik dari sekitar Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

"Kalau kemarin harga eceran Rp60 ribu, mungkin hari ini bisa Rp55 ribu atau mungkin bisa di bawahnya, tergantung barang. Cabai merah keriting kemarin Rp40 ribu, mungkin hari ini Rp35 ribu-Rp37 ribu untuk eceran," kata Jamal, Jumat 11 September 2026.

Meski mulai turun, Jamal menilai harga cabai rawit merah masih belum kembali ke tingkat normal. Menurutnya, harga normal cabai rawit merah berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. "Harusnya bisa lebih turun lagi. Mungkin harga Rp40-an," ujarnya.

Jamal menduga tingginya harga cabai dipengaruhi musim kemarau yang berdampak terhadap hasil panen. Pasokan cabai yang masuk saat ini antara lain berasal dari Magelang, Sleman, Banyuwangi, Blitar, dan Jember.

Dugaan tersebut tidak jauh berbeda dengan penjelasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mengenai dampak musim kemarau terhadap produksi cabai. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko serangan hama.

Selain faktor cuaca, luas tanam cabai rawit merah pada Februari-Juli 2026 tercatat turun 14 persen sehingga berdampak terhadap produksi periode Agustus-Desember 2026.

"Hal tersebut berimbas pada pasokan cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati pada minggu kelima Agustus 2026 yang turun 10,4 persen, dari 144 ton menjadi 129 ton," kata Hasudungan pada Selasa, 8 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....