Penumpang KRL Menikmati Sensasi Kursi KA Ekslusif Bandara, Rute Jakarta Kota–Priok
- 11 Sep 2026 15:51 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA — Ada pemandangan tak biasa di lintasan KRL Commuter Line Pink Line rute Jakarta Kota–Tanjung Priok. Rangkaian kereta yang biasanya melayani rute khusus Bandara Soekarno-Hatta (KRL EA203) kini tampak lalu lalang melayani penumpang harian. Pengoperasian sementara ini dilakukan PT KAI Commuter Indonesia (KCI) untuk mengisi operasional selama rangkaian KRL reguler menjalani perawatan.
Kehadiran rangkaian kereta bandara di jalur komuter ini menjadi kejutan manis bagi para pengguna jasa, khususnya komunitas pecinta kereta api (railfans). Dengan tarif reguler sebesar Rp3.500, para penumpang bisa merasakan fasilitas kelas eksekutif yang tak biasa ditemukan di KRL harian.
Apul (22) dan Dafa (20-an), dua anak muda asal Bekasi, sengaja datang ke Jakarta Utara khusus untuk merasakan langsung sensasi perjalanan ini. Begitu melangkah masuk ke dalam gerbong, kesan dingin menyerupai kulkas dan deretan kursi empuk berdesain reclining seat (bisa disandarkan) langsung menyambut mereka.
"Bener-bener di luar nalar dan enggak biasa banget. Kita semua anak-anak railfans pada penasaran mau nyobain. Dengan harga Rp3.500-an tapi dapat fasilitas semewah ini, beruntung banget," ujar Apul dengan antusias. Kamis 10 September 2026.
Senada dengan Apul, Dafa yang baru pertama kali merasakan naik gerbong KA Bandara ini menyoroti berbagai fitur kenyamanan di dalam kereta, seperti ketersediaan fasilitas pengisi daya (charging spot) USB di setiap baris kursi.
"AC-nya dingin banget, kursinya bisa disandarkan, dan ada charging spot khusus HP atau TWS. Kapan lagi bisa nyobain kereta dengan fasilitas sebagus ini cuma bayar Rp3.000?" kata Dafa.
Meski menghadirkan kenyamanan ekstra, kedua penumpang ini menyadari bahwa penggunaan rangkaian KA Bandara untuk rute komuter harian memiliki keterbatasan. Desain koridor kereta yang sempit, konfigurasi kursi berhadapan searah, serta ketiadaan pegangan tangan (handgrip) untuk penumpang berdiri dinilai kurang ideal jika diterapkan pada lintas harian yang padat penumpang.
"Kalau untuk commuter harian sebenarnya kurang efektif karena jalurnya agak sempit kalau lagi padat. Tapi karena rute Tanjung Priok–Jakarta Kota ini okupansinya tidak sepadat jalur lain, jadi terasa pas-pas saja," jelas Apul.
Dafa menambahkan harapannya agar ke depan rangkaian dengan fasilitas sejenis dapat difungsikan sebagai layanan KRL Ekspres (Rapid Train) yang hanya berhenti di stasiun-stasiun besar tertentu.
"Kalau konfigurasi kursinya seperti ini, cocoknya dijadikan kereta layanan ekspres. Berhenti di sedikit stasiun, waktu tempuh lebih cepat, dan penumpang bisa menikmati perjalanan dengan nyaman," usul Dafa.
Bagi warga dan para pecinta kereta, hadirnya KA Bandara di lintas Pink Line bukan sekadar pengalihan operasional sementara, melainkan sebuah pengalaman perjalanan singkat yang berkesan dan menghadirkan warna baru dalam keseharian bertransportasi publik di ibu kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....