Prakiraan Cuaca Wilayah Perairan DKI Jakarta dan Utara Jawa Barat, 8 September 2026

  • 08 Sep 2026 08:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta. - Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta memprakirakan kondisi cuaca di wilayah perairan DKI Jakarta dan perairan utara Jawa Barat pada Selasa, 8 September 2026, umumnya cerah berawan hingga berawan. Prakiraan tersebut berlaku selama 24 jam ke depan.

Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Rangga Setya Pratama, menyampaikan angin secara umum bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam.

Prakiraan Tinggi Pasang Surut Tanjung Priok , BMKG Forecast System (Foto: Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut dan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok)

“Kecepatan angin maksimum 15 knot diprakirakan terjadi di Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, Perairan Indramayu, dan Perairan Cirebon,” ujar Rangga.

Kondisi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan tersebut masih berada pada kategori rendah, dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Perairan Kepulauan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, hingga Cirebon.

Sementara itu, kondisi pasang surut di wilayah pesisir Jakarta diprakirakan mencapai ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 20.00 WIB malam nanti. Adapun pasang minimum sebesar 0,2 meter diprakirakan terjadi pada pukul 03.00 WIB, Rabu, 9 September 2026.

Rangga mengimbau masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau banjir rob yang dapat terjadi akibat pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fenomena bulan baru dan perigee.

“Potensi banjir pesisir atau rob perlu diwaspadai, terutama pada periode pasang maksimum yang diprakirakan terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WIB,” ujar Rangga.

Wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob meliputi Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok.

Menurutnya, banjir pesisir dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta kelancaran transportasi di kawasan pelabuhan dan pesisir Jakarta. Masyarakat diminta tetap memperhatikan informasi cuaca dan kondisi pasang surut dari sumber resmi.

Foto: Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut dan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Prio

Terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Rangga mengatakan BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca, penerbangan, dan geofisika secara berkala. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi BMKG, PVMBG, BNPB, serta pemerintah daerah untuk mendukung keselamatan dan kelancaran aktivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....