Prakiraan Cuaca Perairan DKI Jakarta dan Utara Jawa Barat, 7 September 2026
- 07 Sep 2026 11:39 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Prakiraan cuaca wilayah perairan DKI Jakarta dan Utara Jawa Barat berlaku mulai 7 September 2026 hingga 24 jam ke depan diprakirakan cerah berawan.
- Laras Kinanthi dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta adalah narasumber resmi prakiraan cuaca maritim untuk kawasan tersebut.
- Kondisi cuaca cerah berawan menjadi prakiraan umum untuk perairan DKI Jakarta dan sekitarnya dalam periode waktu yang ditetapkan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Laras Kinanthi, menyampaikan prakiraan cuaca wilayah perairan DKI Jakarta dan Utara Jawa Barat yang berlaku mulai 7 September 2026 hingga 24 jam ke depan.
Laras mengatakan, secara umum kondisi cuaca di wilayah perairan DKI Jakarta dan Utara Jawa Barat diprakirakan cerah berawan.
“Angin secara umum bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara, dengan kecepatan maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam di Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi-Karawang, dan Perairan Subang,” ujar Laras.
Masyarakat perlu mewaspadai peningkatan kecepatan angin hingga 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam di Perairan Indramayu dan Perairan Cirebon. Untuk kondisi gelombang laut, Laras menyebutkan berada dalam kategori rendah, dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,25 meter di Perairan Kepulauan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon.
Sementara itu, kondisi pasang surut di wilayah pesisir Jakarta diprakirakan mencapai pasang maksimum sekitar 1 meter pada pukul 19.00 WIB, sedangkan pasang minimum sekitar 0,2 meter pada pukul 04.00 WIB esok pagi.
Laras mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Jakarta untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau banjir rob akibat pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru dan perigee. Potensi banjir pesisir atau rob diprakirakan berlangsung hingga 8 September 2026, dengan puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.
Wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob antara lain Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok.
Menurut Laras, banjir pesisir tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi di sekitar kawasan pelabuhan dan pesisir.
Terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Laras menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan BMKG hingga Minggu pagi, 6 September 2026, belum terdeteksi adanya anomali tinggi muka air laut.
“Meski demikian, BMKG terus memantau perkembangan situasi selama 24 jam untuk mengantisipasi setiap perubahan kondisi. Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda, khususnya wilayah Banten dan Lampung, diimbau tetap waspada namun tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait,” ujar Laras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....