Prakiraan Cuaca Maritim Teluk Jakarta dan Utara Jawa Barat 5 September 2026

  • 05 Sep 2026 08:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. Jakarta - Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Primastuti Indah, menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah perairan DKI Jakarta dan Utara Jawa Barat, yang berlaku pada 5 September 2026, hingga 24 jam ke depan. Adapun informasi tersebut disampaikan melalui siaran programa 1 FM 91, 2 Mhz RRI Jakarta.

Secara umum, kondisi cuaca di wilayah perairan DKI Jakarta dan perairan Utara Jawa Barat diperkirakan cerah berawan. Angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam di wilayah Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu, serta Perairan Bekasi hingga Karawang.

“Namun, masyarakat khususnya pengguna jasa transportasi laut dimohon mewaspadai adanya peningkatan kecepatan angin yang dapat mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam di Perairan Subang, Perairan Indramayu, dan Perairan Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kondisi gelombang laut, Primastuti menjelaskan, ketinggian gelombang berada dalam kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter, di Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, Perairan Indramayu, dan Perairan Cirebon.

Untuk kondisi pasang surut di wilayah pesisir Jakarta, ketinggian pasang maksimum mencapai sekitar 1 meter dan diperkirakan terjadi pada pukul 18.00 WIB. Sementara pasang minimum sekitar 0,2 meter diprediksi terjadi pada pukul 04.00 WIB esok pagi.

Lebih lanjut, masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir pesisir atau banjir rob akibat fenomena pasang maksimum air laut yang berlangsung bersamaan dengan fase bulan baru dan perigee.

“Potensi banjir pesisir atau rob diprakirakan terjadi pada tanggal 5 hingga 8 September 2026, dengan puncak pasang maksimum diprakirakan terjadi pada pukul 17.00 hingga 20.00 WIB,” ujarnya.

Adapun wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob meliputi Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok.

“Banjir pesisir atau rob ini dapat berdampak pada terganggunya aktivitas keseharian masyarakat serta transportasi di sekitar kawasan pelabuhan dan pesisir,” ujar Primastuti Indah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....