Cegah Ancaman Banjir Petani Marunda-Rorotan Usulkan Bangun Irigasi

  • 05 Sep 2026 08:43 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Rasa cemas kembali menghinggapi para petani di kawasan Rorotan setiap kali langit berubah mendung. Masalah klasik yang tak kunjung usai luapan air dan irigasi yang buruk selalu menjadi hantu menakutkan bagi masa depan panen mereka, terutama jelang musim hujan di awal tahun.

Dalam setiap pertemuan dan rapat warga, usul dan jeritan hati yang sama terus dipanjangkan. Para petani tak meminta hal yang muluk-muluk. Mereka hanya mendambakan perbaikan saluran irigasi yang konkret, seperti pengangkatan jembatan di depan Sumber Daya Air (SDA) atau pembuatan saluran tengah menuju Danau Malaka agar air tak menggenangi sawah.

"Harapan kita kan sederhana, enggak neko-neko. Kalau mau pakai beko terlalu heboh, pakai manual juga bisa, pakai cangkul. Petani siap bantu," ujar Pak Asmas Kepala Poktan Maju Bersama kepada RRI Jakarta, Jum'at 4 September 2026.

Meski wilayah tersebut pernah ditinjau langsung oleh pejabat daerah, Wali Kota, hingga jajaran Dandim dan SDA, hingga kini realisasi penanganan banjir belum juga terlihat.

"Keadaan makin mengkhawatirkan karena beberapa varietas padi unggulan yang ditanam seperti padi Inpari berisiko rusak jika terendam air dalam waktu lama, " ujar Asmat.

Ketidakpastian ini bahkan membuat para petani ragu untuk menggelar acara panen raya atau mengundang pejabat tingkat menteri. Mereka merasa malu jika kondisi di lapangan belum benar-benar siap dan optimal.

Walau begitu, para petani tegas mengaku tidak ingin menyalahkan pemerintah secara keseluruhan. Mereka memahami niat baik pemerintah pusat dan meyakini adanya kemungkinan kendala teknis di lapangan.

Bagi mereka, yang terpenting saat ini adalah tindakan preventif dan langkah nyata dari pihak terkait, baik Gubernur maupun Kementerian Pertanian, untuk turun langsung mengecek kondisi benih dan saluran air.

Di tengah keterbatasan, para petani Rorotan tetap memegang teguh cangkulnya. Mereka terus menjaga asa agar tanah yang mereka garap tetap menjadi sumber kehidupan, bukan tenggelam oleh janji yang tak kunjung tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....