Stasiun Gambir Bakal Layani Penumpang KRL, Ini Rencananya

  • 01 Sep 2026 13:52 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Stasiun Gambir akan dikembangkan untuk kembali melayani KRL Commuter Line dengan penambahan fasilitas peron dan jalur khusus sebagai bagian dari pengembangan kawasan transportasi terintegrasi.
  • PT Kereta Api Indonesia memposisikan Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas utama di jantung ibu kota yang terhubung dengan berbagai moda transportasi.
  • Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan menjadi pintu gerbang nasional dengan koneksi ke Monumen Nasional dan berbagai layanan transportasi modern.

RRI.CO.ID, Jakarta – Stasiun Gambir disiapkan untuk kembali melayani naik dan turun penumpang Kereta Rel Listrik atau KRL Commuter Line sebagai bagian dari pengembangan kawasan transportasi terintegrasi di pusat Jakarta. Rencana tersebut disiapkan PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI dengan penambahan fasilitas peron atau jalur khusus, sehingga Stasiun Gambir nantinya tidak hanya melayani perjalanan kereta api jarak jauh.

Executive Vice President Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia Wisnu Pramudyo mengatakan pengembangan Stasiun Gambir merupakan bagian dari konsep menjadikan stasiun tersebut sebagai simpul mobilitas utama di jantung ibu kota. Menurut dia, Stasiun Gambir ke depan juga diarahkan menjadi pintu gerbang nasional yang terhubung dengan berbagai moda transportasi dan kawasan Monumen Nasional atau Monas.

"Gambir itu ke depan tidak hanya sekadar untuk naik turun penumpang, tapi menjadi national gateway bagi Indonesia dan sekaligus menjadi simpul mobilitas utama di jantung ibu kota," ujar Wisnu dalam wawancara dengan Radio 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Dalam siaran pagi itu, Wisnu menjelaskan rencana tersebut mencakup integrasi Stasiun Gambir dengan Moda Raya Terpadu atau MRT, Lintas Rel Terpadu atau LRT, dan TransJakarta. Kereta Rel Listrik atau KRL juga direncanakan dapat berhenti di Stasiun Gambir setelah kesiapan infrastruktur dan pengaturan operasional terpenuhi.

"Betul. Semua nanti diintegrasikan antara Moda Raya Terpadu, Lintas Rel Terpadu, kemudian juga TransJakarta. Semuanya jadi diintegrasikan dan Gambir jadi stasiun yang nasional, terbuka, semua bisa diakses," ucap Wisnu.

Maket Stasiun Gambir. (Foto: KAI)

Saat ini Stasiun Gambir melayani sedikitnya 30 an perjalanan kereta api reguler setiap hari dengan sekitar lebih dari 70-an aktivitas pemberhentian untuk menaikkan dan menurunkan pelanggan kereta api jarak jauh. Sementara itu, perjalanan KRL pada lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo telah melintas di kawasan Gambir, tetapi belum berhenti untuk melayani penumpang di stasiun tersebut.

Menurut Wisnu, penambahan layanan KRL membutuhkan pembangunan peron atau jalur khusus. Penambahan fasilitas tersebut diperlukan untuk memberikan ruang operasional yang lebih leluasa sekaligus mengatur pergerakan kereta api jarak jauh dan kereta komuter.

"Rencana memang nanti akan dibuatkan peron atau jalur baru di Stasiun Gambir khusus untuk Kereta Rel Listrik," kata Wisnu.

Kondisi Stasiun Gambir di malam hari, (Foto: PT KAI)

Pengembangan Stasiun Gambir juga tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia menyiapkan konsep kawasan yang menyatukan stasiun dengan Monumen Nasional melalui desain arsitektur, ruang publik, serta fasilitas yang memungkinkan masyarakat menjadikan Gambir sebagai salah satu tujuan di kawasan pusat Jakarta.

Wisnu mengatakan desain Stasiun Gambir nantinya mengambil inspirasi dari bentang alam Nusantara dan diarahkan untuk memperkuat hubungan visual dengan Monumen Nasional. Stasiun tersebut juga diharapkan memberikan akses yang lebih kuat menuju sejumlah landmark nasional, seperti Monumen Nasional, Istana Negara, dan Masjid Istiqlal.

"Kunci utamanya connectivity Gambir itu. Visinya sebagai integrasi tadi, Gambir, Monas, Moda Raya Terpadu secara seamless," ujar Wisnu.

PT Kereta Api Indonesia menargetkan pengembangan tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan diupayakan selesai sebelum 2029. Wisnu menyebut pekerjaan masih berada dalam tahap kajian, persiapan, serta koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, terutama berkaitan dengan perizinan dan skema pengembangan kawasan.

"Sesegera mungkin. Ini sedang kita lakukan kajian, kemudian juga persiapan. Paling lama satu sampai dua tahun ini sudah selesai," ucap Wisnu.

Ketua Komunitas KRL Mania Nurcahyo (kiri) berbincang dengan Penyiar RRI Pro1 Jakarta Farid Kurniawan (kanan) dalam wawancara mengenai rencana Stasiun Gambir melayani naik dan turun penumpang KRL. (Foto: Tangkapan layar wawancara Zoom)

Rencana Stasiun Gambir layani KRL juga mendapat respons positif dari komunitas pengguna kereta. Ketua komunitas KRL Mania Nurcahyo bilang layanan tersebut sudah lama dibutuhkan karena posisi Gambir berada di kawasan strategis yang dikelilingi perkantoran, pusat pemerintahan, serta kawasan wisata Monumen Nasional.

"Bagus sih. Sebenarnya ini dari dulu kita sudah usulkan. Karena namanya stasiun besar, stasiun antarkota, tapi kok tidak terintegrasi dengan saudaranya sendiri, sama KRL," kata Nurcahyo.

Nurcahyo menilai keberadaan layanan Kereta Rel Listrik di Gambir dapat memudahkan penumpang kereta jarak jauh yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan kereta komuter. Sebaliknya, pengguna Kereta Rel Listrik juga dapat lebih mudah mengakses layanan kereta api jarak jauh dari kawasan pusat Jakarta.

Menurut dia, tantangan utama berada pada pengaturan lalu lintas kereta dan kebutuhan penambahan jalur apabila jalur khusus KRL benar-benar dibangun. Pengaturan arus penumpang juga diperlukan agar aktivitas pengguna kereta api jarak jauh dan pengguna kereta komuter tetap berjalan tertib.

"Kalau ada penambahan jalur berarti waktunya tambah lagi. Tapi alhamdulillah sudah ada wacana ini, sudah ada kemauan. Jadi ada bayangan kalau naik kereta luar kota bisa naik KRL, sebaliknya juga begitu," ujar Nurcahyo.

Nurcahyo memperkirakan kehadiran layanan KRL di Gambir dapat mengubah distribusi penumpang di sejumlah stasiun sekitar. Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda berpotensi mengalami pengurangan kepadatan, sementara Stasiun Gambir akan mendapat tambahan arus penumpang.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....