Pemkot Jakbar Siapkan Jembatan Bahan Baja di Tegal Alur Jakbar
- 01 Sep 2026 02:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat menyiapkan pembangunan jembatan sementara berbahan baja wide flange (WF) untuk pejalan kali di RT02/RW02, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pembangunan jembatan sementara tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Menurut Iin, jembatan dibangun sebagai akses penghubung warga selama pekerjaan proyek yang menyebabkan jembatan sebelumnya dibongkar masih berlangsung.
“Ketika ini nanti disepakati, dua minggu akan dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan alternatif yang sementara yang dibuat dari kayu, ini akan dibongkar bersama,” ujar Iin saat meninjau lokasi, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Iin, sebenarnya warga masih memiliki akses melalui dua jembatan lain yang berada di sisi kanan dan kiri lokasi jembatan yang sebelumnya dibongkar.
Namun, masyarakat tetap menginginkan jembatan di lokasi tersebut karena dinilai menjadi jalur yang lebih cepat untuk menghubungkan kawasan permukiman warga.
“Namun ketika kami melihat, ini harus lebih proper, sehingga kami diskusi di sini dengan teman-teman dari Adhi Karya. Dan ada kesepakatan dari Adhi Karya untuk membuatkan jembatan sementara yang lebih kuat, lebih kokoh, tapi untuk jalan orang, itu akan lebih baik,” kata Iin.
Iin menegaskan, jembatan sementara tersebut nantinya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Jembatan tidak dapat digunakan untuk sepeda motor maupun kendaraan lainnya.
“Nah, akhirnya dari diskusi ini ada solusi bahwa akan ada waktu selama dua minggu kurang lebih, dari mulai perencanaan sampai konstruksi, akan dibangun jembatan sifatnya sementara tetap, tapi konstruksinya lebih kokoh untuk orang, bukan untuk kendaraan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Pengembangan Pesisir Pantai, Bidang Pengendalian Rob dan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yursid Suryanegara mengatakan, jembatan sementara tersebut akan menggunakan material baja WF.
Menurut Yursid, penggunaan baja dipilih karena jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Dengan demikian, konstruksinya dapat dibuat lebih sederhana, tetapi tetap kuat dan kokoh.
“Karena untuk hanya untuk orang, jadi kita pakai baja. Baja WF, nanti mungkin dengan lebar 80 sampai 90 centimeter,” kata Yursid.
Yursid mengatakan, untuk akses warga menuju jembatan, pihaknya akan membuat tangga. Dia menegaskan, konstruksi jembatan tidak didesain bagi sepeda motor maupun kendaraan lainnya.
“Konstruksinya nanti untuk naiknya dibuatkan tangga, tidak ada ramp karena tidak ditujukan untuk motor ataupun kendaraan lain, sehingga hanya untuk pejalan kaki, untuk jembatan penyeberangan orang,” ujarnya.
ia menjelaskan, dari pengukuran awal di lokasi, panjang jembatan yang dibutuhkan sekitar 7,9 meter. Namun, ukuran tersebut masih dapat mengalami penyesuaian karena konstruksi jembatan baru berbeda dengan jembatan sebelumnya.
“Tadi di lapangan kita ukur 7,9 ya existing yang dibutuhkan, cuma nanti ada adjustment lagi karena nanti konstruksinya berbeda,” kata Yursid.
Yursid mengatakan persiapan pembangunan jembatan dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa, 1 September 2026.
Ia membeberkan, tahap awal meliputi persiapan dan pembersihan lokasi. Sementara proses perencanaan konstruksi dilakukan secara paralel agar pembangunan dapat segera dimulai.
“Mulai besok mungkin ada sifatnya persiapan dan pembersihan di lapangan, sambil paralel kita perencanaan ditargetkan paling lama satu minggu, jadi seminggu ke depan kita sudah konstruksi di lapangan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....