BBPOM Jakarta Gandeng Pemkot Jakarta Timur, Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
- 22 Agt 2026 11:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta menggandeng Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk memperkuat kolaborasi pengawasan obat dan makanan di wilayah tersebut. Kolaborasi dilakukan karena efektivitas pengawasan tidak hanya membutuhkan pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar terhindar dari risiko obat dan makanan yang berbahaya bagi kesehatan.
Kepala BBPOM di Jakarta Jeffeta Pradeko Putra mengatakan, kolaborasi yang telah terjalin dengan baik selama ini akan terus ditingkatkan melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya melalui edukasi ke sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak serta remaja agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan obat.
"Permasalahan obat dan makanan perlu mendapat perhatian serius. Strategi kolaborasi dalam bentuk pengawasan serta pemberdayaan masyarakat perlu terus diupayakan bersama. Salah satunya melalui edukasi ke sekolah untuk meningkatkan awareness dan pemahaman anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan obat," kata Jeffeta dalam keterangan tertulis, Sabtu 22 Agustus 2026.
Sebelumnya, BBPOM di Jakarta melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur pada Jumat 21 Agustus 2026, di Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Audiensi tersebut membahas penguatan sinergi dan kerja sama pengawasan obat dan makanan di wilayah Jakarta Timur.
Pertemuan dipimpin Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur dan dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Suku Dinas Pendidikan, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.
Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya membangun langkah bersama menghadapi persoalan peredaran obat dan makanan yang tidak aman, termasuk penyalahgunaan obat, khususnya obat-obatan yang berisiko disalahgunakan. Kolaborasi lintas sektor juga diarahkan untuk memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Achmad Salahudin mengapresiasi inisiatif BBPOM di Jakarta dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, audiensi tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi pengawasan obat dan makanan di wilayah Jakarta Timur.
"Audiensi ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi pengawasan obat dan makanan di wilayah Jakarta Timur agar semakin efektif,” kata Achmad dalam keterangan tertulis, Sabtu 22 Agustus 2026.
Sebagai langkah awal, kolaborasi edukasi dan sosialisasi akan menjadi salah satu pendekatan intervensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Melalui kegiatan TOT (Training of Trainer) yang menyasar perwakilan OPD, tenaga puskesmas, komite orang tua, kader kelurahan, kader dasawisma, dan unsur lainnya, edukasi mengenai keamanan obat dan makanan termasuk pencegahan penyalahgunaan obat diharapkan dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut juga membahas perluasan kerja sama terkait pendampingan UMKM pangan melalui program Rusunpreneur Rumah Bakso, pengembangan hilirisasi obat dan makanan, serta pemenuhan komitmen pada industri rumah tangga pangan. Selain itu, perluasan aset BBPOM di Jakarta turut menjadi agenda pembahasan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Dengan penguatan kolaborasi antara BBPOM Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Timur, diharapkan berbagai langkah strategis dapat diwujudkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari obat serta makanan yang berisiko terhadap kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....