Warga Desa Pantai Sederhana Keluhkan Hasil Laut Tak Seimbang dengan Kebutuhan

  • 21 Agt 2026 21:21 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Masyarakat pesisir Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, Bekasi menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan.
  • Sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan sebagai nelayan maupun pemilik tambak, namun harga jual hasil laut tidak mengalami peningkatan yang berarti.
  • Ketua RW 04 Pak Devi menyatakan kondisi ekonomi masyarakat saat ini jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya, menciptakan kesenjangan antara biaya hidup dan pendapatan.

RRI.CO.ID, Bekasi - Kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan menjadi salah satu persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat pesisir Muara Gembong, tepatnya di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut semakin berat karena sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan, baik sebagai nelayan maupun pemilik tambak.

Ketua RW 04, Pak Devi (38), mengatakan kondisi ekonomi masyarakat saat ini terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara harga jual hasil laut yang menjadi sumber pendapatan utama warga relatif tidak mengalami peningkatan yang berarti.

“Harga bahan pokok semakin naik, sedangkan harga jual mereka tidak ada peningkatan,” ujar Devi saat di wawancarai mahasiswa KKN Orda Bekasi, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Pak Devi, hasil laut seperti ikan, udang, dan kepiting menjadi sumber penghasilan utama masyarakat. Udang dapat diperoleh hampir setiap hari, sementara ikan lebih bergantung pada musim. Sebagian udang yang berada di tambak juga berasal dari bibit alami yang masuk melalui sungai.

Ketergantungan terhadap hasil laut membuat pendapatan warga sangat dipengaruhi oleh kondisi alam. Ketika hasil tangkapan atau hasil tambak menurun, pemasukan masyarakat ikut terdampak. Kondisi tersebut semakin terasa karena kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi, sementara biaya untuk melaut juga terus berjalan.

Selain hasil laut yang tidak menentu, banjir rob menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat aktivitas ekonomi warga. Air laut yang naik membuat kegiatan di laut maupun tambak menjadi lebih sulit dilakukan. Caca (20), warga RW 04, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat harus berhati-hati ketika air mulai tinggi karena khawatir aktivitas di tambak dan laut menimbulkan risiko.

Rob yang semakin sering terjadi juga berpotensi menambah biaya yang harus dikeluarkan warga. Genangan air asin dapat merusak kendaraan dan berbagai barang milik masyarakat. Rumah warga juga dapat mengalami kerusakan, seperti keramik yang pecah atau terangkat, sementara barang-barang yang sering terkena air asin rentan mengalami karat.

Moh Rizky (19), warga RW 04, menjelaskan bahwa dampak banjir terhadap sektor tambak dapat berpengaruh langsung terhadap pendapatan masyarakat. Ketika air meluap, ikan yang berada di dalam tambak berpotensi terbawa keluar sehingga menyebabkan hasil panen berkurang.

“Karena mayoritas penduduk di sini bekerja di tambak, hal ini dapat berpengaruh terhadap hasil panen tambak karena banyak ikan di tambak akan kabur,” kata Rizky.

Tekanan ekonomi juga terlihat dari banyaknya kepala keluarga yang memiliki tanggungan utang. Pak Devi menyebut sebagian warga memiliki setoran yang harus dibayarkan secara berkala, bahkan ada yang harus membayar beberapa kali dalam seminggu. Utang tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan rumah tangga dan pembangunan rumah.

Kondisi ekonomi yang sulit juga mendorong sebagian anak muda untuk ikut membantu orang tua mencari penghasilan. Anak-anak yang masih bersekolah terkadang memasang bubu untuk mencari kepiting di tambak. Aktivitas tersebut dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga sekaligus memperoleh uang saku.

Di tengah kondisi tersebut, warga masih bergantung pada hasil laut sebagai sumber penghidupan utama. Namun, pendapatan yang tidak stabil, meningkatnya kebutuhan, serta gangguan akibat banjir rob membuat perekonomian masyarakat pesisir semakin rentan.

Bagi masyarakat Muara Gembong, persoalan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan tempat mereka tinggal. Perbaikan infrastruktur, penanganan banjir rob, serta perlindungan terhadap sektor tambak dan perikanan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan mata pencaharian warga.

(Penulis: Mahasiswa UIN Bandung KKN Orda Bekasi 01 Pantai Sederhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....