PMPTSP Kep. Seribu-KSOP Kelas IV Bahas Legalitas Kapal Tradisional di NGOPI 1000

  • 21 Agt 2026 13:18 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Legalitas kapal tradisional dan kapal wisata menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik dan operator kapal di Kepulauan Seribu untuk memastikan kegiatan pelayaran berlangsung sesuai ketentuan. Hal itu dibahas dalam program NGOPI 1000 (Ngobrol Pagi Pelayanan Inspiratif Kepulauan Seribu) yang digelar UP PMPTSP Kabupaten Kepulauan Seribu, Jumat 21 Agustus 2026.

Berdasarkan siaran pers yang diterima RRI Jakarta, episode kali ini dihadiri dua narasumber, yaituKepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu, Capt Benny Berkiah Pandelaki, dan Kepala UP PMPTSP Kabupaten Kepulauan Seribu, Wachid Wahyudi.

"Sebagai wilayah kepulauan yang menjadikan moda transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas warga, distribusi logistik, dan roda penggerak sektor pariwisata bahari, aspek legalitas armada kapal menjadi hal yang mutlak," bunyi siaran pers yang diterima RRI Jakarta, Jumat 21 Agustus 2026.

Dalam sesi podcast tersebut, Wachid Wahyudi memaparkan komitmen UP PMPTSP dalam memberikan kemudahan serta mendekatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat pulau.

Sementara itu, Capt. Benny Berkiah Pandelaki memperkuat penjelasan dari sudut pandang regulasi maritim, mengupas secara mendalam tata cara dan pentingnya kepemilikan dokumen resmi, misalnya pas kecil, surat ukur, hingga sertifikat kelaiklautan bagi para nelayan, pemilik kapal tradisional, maupun operator kapal wisata.

"Diskusi interaktif ini dikemas secara cair untuk menjawab berbagai tantangan serta kendala administratif yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha transportasi laut di lapangan, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi operasional mereka," bunyi siaran pers.

Melalui penayangan episode ini, UP PMPTSP Kepulauan Seribu berharap kesadaran tertib administrasi di kalangan pelaku jasa transportasi dan pariwisata semakin meningkat. "Ini demi mewujudkan ekosistem maritim Kepulauan Seribu yang aman, tertib, dan berdaya saing tinggi," bunyi saiaran pers.

Jalannya diskusi dipandu oleh Nong Jakarta Kepulauan Seribu, Irina Elisabeth sebagai host yang membawakan perbincangan dengan gaya komunikatif, segar, dan tetap sarat substansi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....