Cuaca Perairan Jakarta Berawan, Gelombang Laut Tetap Rendah

  • 16 Agt 2026 10:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Cuaca perairan Jakarta dan perairan utara Jawa Barat diprakirakan berawan mulai Minggu, 16 Agustus 2026, hingga 24 jam ke depan. Prakiraan tersebut disampaikan Indra, prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, melalui radio 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta untuk memberikan informasi bagi masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut.

Cuaca Perairan Jakarta Diprakirakan Berawan

Indra mengatakan, secara umum cuaca perairan Jakarta dan perairan utara Jawa Barat berada dalam kondisi berawan selama periode prakiraan. Kondisi tersebut mencakup sejumlah wilayah perairan yang menjadi jalur aktivitas masyarakat, nelayan, serta transportasi laut di sekitar Jakarta dan pesisir utara Jawa Barat.

"Secara umum kondisi cuaca di wilayah perairan DKI Jakarta dan perairan utara Jawa Barat diprakirakan berawan," ujar Indra.

Dari sisi angin, arah angin secara umum bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut berpotensi terjadi di wilayah Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, dan Perairan Indramayu.

Indra menjelaskan, kondisi gelombang laut di sejumlah perairan tersebut masih berada dalam kategori rendah. Ketinggian gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter di Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, Perairan Indramayu, dan Perairan Cirebon.

"Untuk kondisi gelombang laut, secara umum berada dalam kategori rendah, yaitu sekitar 0,5 hingga 1,25 meter," ucap Indra.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Jakarta juga perlu memperhatikan perubahan kondisi pasang surut selama periode prakiraan. Pasang maksimum dengan ketinggian sekitar 0,7 meter diprakirakan terjadi pada pukul 19.00 WIB pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Adapun pasang minimum dengan ketinggian sekitar 0,4 meter diprakirakan terjadi pada pukul 05.00 WIB pada Senin, 17 Agustus 2026. Informasi pasang surut tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan masyarakat ketika melakukan aktivitas di sekitar kawasan pesisir.

Indra mengimbau masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut untuk tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim sebelum dan selama melakukan aktivitas di wilayah perairan. Menurutnya, pemantauan informasi cuaca diperlukan karena kondisi angin, gelombang, dan pasang surut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas di laut.

"Masyarakat pesisir dan para pengguna jasa transportasi laut tetap memperhatikan informasi serta perkembangan cuaca maritim selama beraktivitas," kata Indra.

Prakiraan cuaca maritim ini berlaku mulai Minggu, 16 Agustus 2026, hingga 24 jam berikutnya untuk wilayah perairan DKI Jakarta dan utara Jawa Barat. Masyarakat dapat menggunakan informasi tersebut sebagai salah satu acuan dalam merencanakan aktivitas, terutama bagi pengguna transportasi laut dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....