Pedagang Bendera di Jalan Tegalan Keluhkan Penurunan Omzet
- 15 Agt 2026 16:36 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Pedagang bendera di Jalan Tegalan, Jakarta Timur, mengalami penurunan penjualan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia.
- Salah satu pedagang bernama Sumardi melaporkan bahwa omzet penjualan tahun ini belum mampu menutup modal yang telah dikeluarkan sejak awal musim.
- Berbagai jenis atribut kemerdekaan seperti bendera merah putih, umbul-umbul, dan aksesori lainnya dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan.
RRI.CO.ID, Jakarta — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, sejumlah pedagang bendera terlihat berjualan di sepanjang Jalan Tegalan, Jakarta Timur. Berbagai jenis bendera dan atribut kemerdekaan menghiasi lapak mereka, mulai dari bendera merah putih, umbul-umbul, hingga aksesori kemerdekaan ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan.
Namun, di tengah aktivitas penjualan tersebut, para pedagang mengaku menghadapi penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu pedagang, Sumardi, mengatakan penurunan penjualan sudah dirasakan sejak awal Ia mulai berjualan. Menurutnya, omzet yang diperoleh tahun ini bahkan belum mampu menutup modal yang dikeluarkan.
"Tahun sekarang merosot, dari tanggal muda sampai sekarang. Sebelumnya bisa dapat 10 atau lumayan 15 juta. Kalau sekarang buat modal aja belum dapat," ujar Sumardi, pada Jumat 14 Agustus 2026.
Ia yang telah berjualan bendera selama lima tahun. Ia menilai, adanya penjualan daring turut memengaruhi kondisi penjualannya saat ini. Menurutnya, kini masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk membeli bendera dan atribut kemerdekaan melalui toko online.
"Persaingan sekarang lebih ketat, apalagi ada online, jadi lebih nggak stabil," katanya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Wirya, telah membuka lapak sejak 25 Juli dan akan menjajakan dagangannya hingga 16 Agustus. Menurut Wirya, bendera masih menjadi salah satu barang yang diminati masyarakat. Selain bendera, berbagai aksesori kemerdekaan juga banyak dicari, terutama untuk kebutuhan sekolah.
"Bendera diminati, aksesori-aksesori kan buat di sekolah-sekolah diminati juga,” kata Wirya.
Ia menjelaskan, harga bendera dan atribut kemerdekaan yang dijualnya cukup beragam, mulai dari Rp5.000 hingga ratusan ribu rupiah. Namun, meski permintaan masih ada, omzet yang diperoleh Wirya setiap harinya tidak menentu. Ia menyebut, pendapatannya dapat berada di kisaran Rp500.000-Rp600.000 per hari
"Naik turun sih kalau omzet, nggak tentu," ujarnya.
Meski penjualan tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu, aktivitas pedagang bendera tetap mewarnai suasana peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Para pedagang berharap masyarakat tetap menjaga antusiasme dalam memasang bendera dan berbagai atribut kemerdekaan lainnya, sehingga penjualan mereka pun dapat meningkat.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi dan Haura Zahra Ramadhania - Universitas Negeri Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....