Kebun Raya Bogor Kembangkan Wisata Edukatif Melalui Beragam Kelas Tanaman

  • 11 Agt 2026 18:20 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kebun Raya Bogor mengembangkan konsep edukasi interaktif untuk meningkatkan pengetahuan pengunjung tentang tumbuhan.
  • General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, menekankan bahwa interaksi langsung dengan tumbuhan dapat memperkaya pengalaman belajar sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi.
  • Program serupa juga diterapkan di kebun raya lain yang dikelola oleh PT Mitra Natura Raya sebagai mitra strategis BRIN, dengan pelaksanaan disesuaikan dengan karakteristik dan koleksi tumbuhan masing-masing lokasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebun Raya Bogor kini tidak hanya menawarkan ruang untuk menikmati koleksi tumbuhan, tetapi juga menghadirkan tempat bagi pengunjung untuk mengenal tumbuhan dan lingkungan melalui berbagai kegiatan edukasi dan praktik langsung. General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan bahwa konsep tersebut dikembangkan untuk memperluas fungsi kebun raya sebagai ruang belajar dan berinteraksi dengan alam. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan tumbuhan dapat memberikan pengetahuan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi tumbuhan.

“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas,” kata Zaenal, Senin 10 Agustus 2026.

Dalam kegiatan ini, Kebun Raya Bogor menyediakan sejumlah kelas edukasi, antara lain pembuatan kompos, propagasi tanaman buah atau mencangkok, tanaman buah dalam pot (tabulampot), kokedama, Nepenthes, terrarium, Platycerium, kultur jaringan, Oshibana, dan ecoprint. Peserta nantinya tidak hanya menerima materi mengenai tumbuhan, tetapi juga melakukan praktik dengan pendampingan fasilitator.

“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda. Karena itu, kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” ujarnya.

Oshibana merupakan salah satu kelas aktivitas yang ditawarkan oleh Kebun Raya Bogor. Dalam bahasa Jepang, Oshibana berasal dari kata oshi yang berarti ditekan dan bana yang berarti bunga. Bunga dan daun yang telah dikeringkan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat karya seni dengan mempertahankan bentuk serta warna alaminya. Pada kelas tersebut, peserta mempelajari teknik dasar Oshibana, dan mempraktikkannya menggunakan material tumbuhan yang telah disediakan.

Tidak hanya di Kebun Raya Bogor, konsep serupa juga diterapkan di sejumlah kebun raya lain yang dikelola oleh PT Mitra Natura Raya sebagai mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pelaksanaan kegiatan di masing-masing kebun raya disesuaikan dengan karakteristik dan koleksi tumbuhan yang dimiliki.

Zaenal berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi masyarakat saat berkunjung ke kebun raya. Dengan begitu, kunjungan tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga kesempatan untuk mengenal keanekaragaman hayati dan memahami pentingnya konservasi.

“Pada akhirnya, kami ingin masyarakat pulang dari Kebun Raya tidak hanya membawa foto atau hasil karya, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman baru tentang tumbuhan,” ucap Zaenal di akhir.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, seorang peserta kelas Oshibana, Aurora (15), mengaku mendapat pengalaman menyenangkan mengenai pengolahan bunga.

"Saya jadi tahu bagaimana proses menata dan mengawetkan bunga dengan teknik Oshibana,” katanya.

Sementara itu, peserta lain, Arsyad, menilai bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melatih kesabaran.

(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....