Dari Sampah Jadi Rupiah, Warga Paseban Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Kerajinan
- 11 Agt 2026 15:21 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Warga Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat, mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan bernilai jual seperti tikar, taplak meja, tempat tisu, boneka, dan bunga plastik.
- Kelurahan Paseban berencana membuat platform pemasaran digital untuk menjual produk kerajinan daur ulang guna memberikan penghasilan tambahan kepada warga.
- Fariyah (67 tahun) menjadi contoh warga yang telah mengolah sampah plastik selama beberapa tahun, mampu menyelesaikan satu tikar dalam satu hari, dan bersedia mengajarkan keterampilan kepada ibu-ibu lainnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jika sebagian orang menganggap sampah plastik sebagai limbah yang mengganggu, warga Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, justru melihatnya dari sisi yang berbeda. Bagi warga Kelurahan Paseban, sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Citra Arumi Purdiarini, selaku Lurah Paseban, mengatakan bahwa upaya pengelolaan sampah tersebut tidak berhenti sampai proses pembuatan kerajinan. Pihak kelurahan berencana untuk membantu warga memperluas pemasaran produk melalui sebuah platform, sehingga hasil olahan sampah dapat memberikan penghasilan tambahan bagi warga.
“Kami akan membuat platform untuk menampung produk kerajinan tangan dari daur ulang sampah untuk dipasarkan kepada masyarakat. Jadi, selain mengurangi sampah, bisa memberikan penghasilan tambahan," ucap Citra.
Sebagai upaya mengembangkan pengolahan sampah di lingkungan sekitar, pihak kelurahan melakukan pendataan terkait warga yang memiliki keterampilan mengolah sampah. Citra mengatakan, sejumlah warga di wilayah Paseban telah mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan, seperti tikar, taplak meja, tempat tisu, boneka hingga bunga plastik. Bagi Citra, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang.
Citra berharap semakin banyak warga Paseban yang dapat terlibat dalam pengolahan sampah. Dengan demikian, upaya pengurangan sampah dapat berjalan bersamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu warga yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Fariyah (67). Ia mengaku telah membuat kerajinan dari sampah plastik sejak beberapa tahun lalu untuk mengisi waktu luang di rumah. Adapun bahan baku yang diperoleh merupakan kemasan bekas yang dikumpulkan dari anaknya yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman.
“Sampah plastik bekas bungkus kopi dan minuman sachet dikumpulkan dari anak yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman," katanya.
Kemasan bekas yang telah dikumpulkan ini kemudian dimanfaatkan Fariyah menjadi berbagai produk kerajinan, seperti tikar, keranjang, tas, tempat tisu, hingga sarung galon air mineral. Untuk pembuatan tikar sendiri, kemasan bekas terlebih dahulu dibersihkan sebelum dianyam menjadi tikar. Adapun satu tikar dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu hari. Fariyah pun menyatakan ketersediaannya untuk mengajarkan keterampilan tersebut kepada ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya yang ingin memanfaatkan sampah plastik menjadi produk kerajinan.
“Semoga kerajinan tangan yang dibuat bisa bermanfaat dan memiliki nilai jual untuk menambah penghasilan keluarga," ujarnya.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....