Ubah Limbah Jadi Cuan, DKI di Dorong Bentuk BUMD

  • 11 Agt 2026 15:21 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Anggota DPD RI Dailami Firdaus mendorong pembentukan BUMD khusus pengelolaan sampah di DKI Jakarta untuk memperkuat sistem persampahan dan mengoptimalkan sampah sebagai sumber daya ekonomi.
  • Sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, termasuk energi listrik melalui PSEL, pupuk, kerajinan, paving block, dan furnitur.
  • Program pilah sampah dari rumah tangga dinilai penting untuk membangun sistem persampahan yang lebih baik dan membentuk kedisiplinan masyarakat dalam mengelola limbah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong untuk membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus menangani pengelolaan sampah. BUMD tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem persampahan, sekaligus mengoptimalkan sampah sebagai sumber pendapatan daerah.

Dilansir dari Antara, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus, mengatakan bahwa sampah perlu dilihat sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi. Pengelolaan yang tepat dinilai dapat membuka peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Keberadaan BUMD tersebut dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan PAD,” kata Dailami Firdaus, di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.

Menurut Dailami, keberadaan BUMD khusus persampahan juga dapat membuat proses pengelolaan sampah di Jakarta menjadi lebih terarah. Badan usaha tersebut dapat berfokus pada pengolahan dan pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Dailami turut menilai bahwa kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi langkah penting dalam membangun sistem persampahan yang lebih baik. “Program pilah sampah tentunya sangat positif karena memulai pengurangan sampah dari dasar, yaitu rumah tangga, serta membentuk kedisiplinan di masyarakat,” ujarnya.

Sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan sesuai jenisnya, baik menjadi produk maupun sumber energi. Salah satunya melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Sementara itu, jenis sampah lainnya dapat diolah menjadi pupuk, kerajinan, paving block, hingga furnitur.

“Untuk menjadikan produk olahan dari sampah itu bisa bernilai dan diterima pasar, maka harus ada standar mutunya, baik dari segi bahan baku, keamanan, kesehatan, maupun lingkungan,” kata Dailami.

Ia berharap, pengelolaan sampah di Jakarta dilakukan secara terintegrasi melalui kerja sama berbagai pihak. Dengan demikian, persoalan lingkungan tersebut dapat berkembang menjadi peluang ekonomi.

(Andini Amelia Wiguna -Mahasiswa Universitas Gunadarma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....