Prakiraan Cuaca Maritim Teluk Jakarta dan Utara Jawa Barat 11 Agustus 2026
- 11 Agt 2026 11:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta memprakirakan kondisi cuaca di wilayah perairan DKI Jakarta dan perairan utara Jawa Barat pada umumnya cerah berawan selama 24 jam, pada 11 Agustus 2026.
Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Elkana Damanik, menyampaikan dalam siaran di programa 1 FM 91,2 Mhz RRI Jakarta, untuk kondisi angin di wilayah perairan tersebut secara umum bertiup dari arah timur laut hingga tenggara.
“Kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam di Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, Perairan Indramayu, dan Perairan Cirebon,” ujar Elkana, dalam rilis prakiraan cuaca, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Elkana, kondisi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan tersebut masih berada dalam kategori rendah, dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,5-1,25 meter.
“Gelombang laut dalam kategori rendah, yakni 0,5 sampai 1,25 meter, diprakirakan terjadi di Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, Perairan Indramayu, dan Perairan Cirebon,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi pasang surut di wilayah pesisir Jakarta juga perlu menjadi perhatian masyarakat. Pasang maksimum diperkirakan mencapai 1,1 meter pada pukul 21.00 WIB, pada Selasa malam. Sedangkan pasang minimum mencapai 0,1 meter pada pukul 06.00 WIB, pada Rabu 12 Agustus 2026 pagi.
Elkana mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau banjir rob akibat pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan fase bulan baru dan perigee.
“Banjir pesisir atau rob diprakirakan terjadi hingga 13 Agustus 2026, dengan puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 17.00 hingga 23.00 WIB,” ujar Elkana.
Adapun sejumlah wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob meliputi Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Menurut Elkana, banjir pesisir tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi, khususnya di kawasan pelabuhan dan wilayah pesisir.
“Masyarakat di wilayah pesisir dan sekitarnya dimohon meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob, terutama pada periode puncak pasang maksimum,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....