Jakarta Masuk 10 Besar Kota Terpolusi di Dunia pada 7 Agustus 2026

  • 07 Agt 2026 17:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kualitas udara di Jakarta pada Jumat 7 Agustus 2026 pagi, masuk dalam jajaran 10 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Kondisi tersebut membuat kualitas udara Ibu Kota berada dalam kategori tidak sehat.

Dilansir dari Antara, pada Jumat 7 Agustus 2026, berdasarkan data pemantauan IQAir pada pukul 06.05 WIB, Jakarta berada di peringkat keenam kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Indeks kualitas udara (AQI), Jakarta tercatat mencapai 139 dan masuk kategori tidak sehat.

Polusi udara di Jakarta didominasi partikel PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 70 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut dinilai tidak sehat bagi kelompok sensitif, karena dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan manusia maupun hewan yang rentan.

Masyarakat pun dianjurkan untuk melakukan sejumlah langkah, seperti penggunaan masker, saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu juga menutup jendela, serta menyalakan penyaring udara.

Sebagai informasi, berdasarkan klasifikasi kualitas udara, kategori sedang berada pada rentang PM2.5 sebesar 51-100 dan dinilai belum memberikan dampak berarti bagi kesehatan manusia maupun hewan. Sementara itu, kualitas udara dengan rentang PM2.5 sebesar 0-50 termasuk kategori baik dan tidak memberikan efek terhadap kesehatan maupun lingkungan.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menjalankan sejumlah strategi untuk memperbaiki kualitas udara di wilayah Ibu Kota. Salah satunya dengan memperluas layanan bus Transjabodetabek pada sejumlah rute, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta, guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Selain transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta juga mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah Refused Derived Fuel atau RDF di Rorotan, Jakarta Utara. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menangani berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan udara di Jakarta.

(Andini Amelia Wiguna -Mahasiswa Universitas Gunadarma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....