Ketua DPD RI: Dukung Karya Anak Bangsa, Sagu Cooker Jadi Inovasi Ketahanan Pangan

  • 07 Agt 2026 15:19 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Ketua DPD RI: Dukung Karya Anak Bangsa, Sagu Cooker Jadi Inovasi Ketahanan Pangan

RRI.CO.ID, Jakarta – Komitmen membangun ketahanan pangan nasional memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk lahirnya inovasi teknologi yang berangkat dari potensi sumber daya lokal Indonesia. Hal tersebut mengemukan dalam pertemuan Founder PT Sagu Cooker Indonesia, Aurora Bellatrix Dakka, B.A. (Hons.), dengan Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, di Gedung DPD RI, Jakarta. Jumat 7 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Aurora Bellatrix Dakka memperkenalkan Sagu Cooker, sebuah inovasi teknologi karya anak bangsa yang dirancang untuk mengolah sagu basah maupun sagu kering menjadi makanan pokok berbasis sagu, seperti papeda, kapurung, sinonggi, dan pugalu, secara lebih praktis, higienis, dan konsisten.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian komunikasi strategis yang sebelumnya dilakukan bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Gubernur Papua. Pada setiap kesempatan tersebut, pembahasan berfokus pada pengembangan potensi sagu sebagai komoditas strategis Indonesia yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, serta berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di hadapan Ketua DPD RI, Aurora Bellatrix Dakka menjelaskan bahwa Sagu Cooker dikembangkan sebagai solusi inovatif untuk mempermudah pengolahan sagu, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas lokal agar semakin bernilai bagi masyarakat.

Menanggapi inovasi tersebut, Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menyampaikan apresiasinya terhadap lahirnya inovasi karya anak bangsa.

"Kalau nasi itu rice cooker, kalau ini Sagu Cooker. Sagu basah maupun sagu kering bisa diolah menjadi makanan pokok seperti papeda, kapurung, sinonggi maupun pugalu. Kita harus dukung, harus dukung karya anak bangsa kita."

Lebih lanjut, Ketua DPD RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memberikan ruang bagi lahirnya inovasi-inovasi baru dari generasi muda Indonesia.

"Masih banyak ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan anak-anak muda Indonesia yang memiliki ide, gagasan, dan inovasi kreatif untuk memajukan Indonesia melalui teknologi, pengembangan usaha, maupun sains. Dukung terus kemajuan dan inovasi karya anak bangsa."

Founder PT Sagu Cooker Indonesia, Aurora Bellatrix Dakka, B.A. (Hons.), menyampaikan bahwa apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang berpijak pada potensi pangan lokal Indonesia.

"Sagu merupakan salah satu warisan pangan Nusantara yang memiliki potensi besar dalam mendukung diversifikasi pangan nasional.

Melalui Sagu Cooker, kami ingin menghadirkan teknologi yang memudahkan masyarakat mengolah sagu basah maupun sagu kering menjadi makanan pokok tradisional tanpa menghilangkan nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat merupakan kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia."

Perjalanan Sagu Cooker dari tingkat daerah hingga nasional menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari potensi lokal mampu menjadi bagian dari agenda pembangunan Indonesia. Dimulai dari apresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap inovasi daerah, dilanjutkan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Papua dalam pengembangan sagu sebagai pangan strategis Indonesia Timur, hingga kini mendapat perhatian dan apresiasi dari Ketua DPD RI sebagai representasi kepentingan daerah di tingkat nasional.

Sebagai negara dengan salah satu potensi sagu terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan sagu sebagai salah satu pilar diversifikasi pangan nasional.

Inovasi seperti Sagu Cooker diharapkan dapat mempercepat hilirisasi komoditas sagu, meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat penghasil sagu, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....