Pemkot Bekasi Diharapkan Segera Menelusuri Sumber Pencemaran Kali Bekasi

  • 06 Agt 2026 12:09 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kali Bekasi dan Medan Satria Dipenuhi Busa Putih, Ada Apa?
  • Kali Bekasi Menghitam Berbulan-bulan, Pasokan Air Bersih Ikut Terancam

RRI.CO.ID, Jakarta - Warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Bekasi dan Kali Medan Satria kembali dibuat resah. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi air di kedua sungai tersebut berubah menjadi hitam pekat, dipenuhi busa putih, dan mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pantauan di kawasan Jembatan M Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu 5 Agustus 2026, menunjukkan permukaan Kali Bekasi dipenuhi busa putih yang mengikuti arus. Warna air tampak gelap, sementara aroma tidak sedap tercium hingga ke permukiman warga.

Kondisi serupa juga terlihat di Kali Medan Satria. Air sungai berubah kehitaman dengan aliran yang relatif tenang. Di permukaannya tampak sampah dan tanaman liar mengapung, sedangkan rumah-rumah warga berada hanya beberapa meter dari bibir sungai.

Pencemaran ini bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjadi perhatian karena Kali Bekasi merupakan salah satu sumber air baku bagi Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi.

Kali Bekasi dengan air berwarna hitam pekat dan busa putih di permukaan sungai. (Dok Ilustrasi Poto Berlian)

Heri (55), warga yang tinggal di sekitar Kali Medan Satria, mengaku perubahan kondisi sungai terjadi secara bertahap."Awalnya tidak separah sekarang, tapi lama-lama airnya makin hitam," ujarnya.

Menurut Heri, bau menyengat menjadi keluhan utama warga. Saat pintu atau jendela rumah dibuka, aroma tidak sedap langsung masuk ke dalam rumah sehingga membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman. Ia juga mengaku khawatir terhadap dampak pencemaran bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak yang masih sering bermain di sekitar sungai.

"Namanya anak-anak kadang susah dilarang. Itu yang bikin kami waswas," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ernah (35). Ia mengatakan kondisi Kali Medan Satria terus memburuk dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

"Awalnya saya kira cuma sementara, tapi sampai sekarang airnya tetap hitam," ujarnya.

Ernah berharap pemerintah segera menelusuri sumber pencemaran sehingga kondisi sungai dapat kembali normal dan tidak terus berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Masalah pencemaran sungai ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kualitas lingkungan. Selain sebagai bagian dari ekosistem, Kali Bekasi juga memiliki peran vital sebagai sumber air baku yang dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, upaya penanganan yang cepat dan menyeluruh diharapkan dapat segera dilakukan agar kualitas air kembali membaik dan warga dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....