Januari hingga Juni 2026, Commuter Line Jabodetabek Layani 178 Juta Perjalanan

  • 05 Agt 2026 16:13 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero), disingkat KAI mencatat Commuter Line Jabodetabek melayani 178 juta perjalanan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan siaran pers yang dikutip dari Antara, Rabu 5 Agustus 2026, jumlah detail sebanyak 178.001.308 perjalanan.

Vice Presiden Corporate Communication KAI, Anne Purba menyebut sebagian besar pengguna melakukan perjalanan pulang-pergi dari kawasan penyangga menuju berbagai pusat aktivitas di Jabodetabek. Commuter Line menjadi salah satu moda transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat untuk bekerja, belajar, berdagang, berwisata, dan mengakses layanan publik.

Rata-rata volume pengguna Commuter Line Jabodetabek pada Senin hingga Jumat mencapai sekitar 1,05 juta perjalanan per hari atau 29,3 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata akhir pekan yang sekitar 813,6 ribu perjalanan per hari.

"Ada orang tua yang berangkat bekerja untuk biaya sekolah anaknya, ada pekerja yang mengejar waktu agar penghasilannya tetap terjaga, ada pula pedagang yang menggantungkan aktivitasnya pada kelancaran perjalanan. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang setiap hari mempercayakan perjalanannya kepada Commuter Line," kata Anne, sebagaimana dikutip dari siaran pers.

Selama Semester I 2026, sekitar 135,7 juta perjalanan atau 76,2 persen dari total perjalanan berlangsung pada hari kerja. Kepadatan terutama terjadi pada pagi dan sore hari ketika masyarakat berangkat menuju tempat kerja dan kembali ke rumah setelah menyelesaikan aktivitas.

Menurut Anne, tingginya jumlah perjalanan pada jam sibuk menunjukkan pentingnya peran Commuter Line dalam mendukung mobilitas masyarakat di Jabodetabek. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas ekonomi, akses menuju pusat pendidikan dan layanan publik, serta ketepatan waktu pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Di sana ada para tulang punggung keluarga yang berusaha tiba di tempat kerja tepat waktu dan pulang membawa hasil jerih payahnya. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang perlu dijawab bersama," ujar Anne.

Anne mengatakan tingginya mobilitas masyarakat perlu diikuti penguatan kapasitas layanan secara bertahap. Upaya tersebut dilakukan melalui penambahan sarana, peningkatan kapasitas lintas dan stasiun, penguatan sistem persinyalan dan kelistrikan, serta optimalisasi pola operasi.

"Dukungan pemerintah terhadap penambahan sarana dan penguatan prasarana sangat berarti bagi masyarakat. Setiap tambahan kapasitas akan menghadirkan ruang perjalanan yang lebih layak, mengurangi kepadatan, dan memberikan kenyamanan lebih baik," kata Anne.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek menunjukkan tren peningkatan. Volume perjalanan tercatat sebanyak 168 juta pada 2021, meningkat menjadi 252 juta pada 2022, 331 juta pada 2023, 328,2 juta pada 2024, dan kembali naik menjadi 349,3 juta perjalanan pada 2025, sementara pada Semester I 2026 telah mencapai 178 juta perjalanan.

Penguatan layanan juga diikuti perkembangan jaringan pelayanan. Jumlah stasiun Commuter Line Jabodetabek bertambah dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026, termasuk beroperasinya Stasiun Jatake dan Stasiun Jakarta International Stadium yang memperluas akses menuju kawasan hunian dan pusat aktivitas baru.

Masih mengutip dari siaran pers, jumlah perjalanan KRL meningkat dari 881 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 1.063 perjalanan per hari pada 2025 atau bertambah sekitar 21 persen. Peningkatan tersebut diikuti evaluasi pola operasi untuk menjaga keselamatan, ketepatan waktu, dan kelancaran mobilitas pelanggan.

Sepanjang 2025, lintas Bogor menjadi koridor dengan volume perjalanan terbesar sebanyak sekitar 155 juta perjalanan. Selanjutnya, lintas Cikarang melayani 85,9 juta perjalanan, lintas Rangkasbitung 77,6 juta perjalanan, lintas Tangerang 27,3 juta perjalanan, dan lintas Tanjung Priok sekitar 3,5 juta perjalanan.

Anne menyatakan pengembangan Commuter Line Jabodetabek ke depan diarahkan pada peningkatan kapasitas layanan, integrasi antarmoda, pengembangan layanan digital, serta penataan kawasan berbasis transportasi publik.

"Setiap peningkatan kapasitas berarti perjalanan yang lebih layak bagi pengguna layanan Commuter Line yang setiap hari bekerja untuk orang-orang yang dicintainya," kata Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....