KM Kelimutu Sandar di Tanjung Priok, 970 Penumpang Tiba dengan Selamat

  • 05 Agt 2026 07:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – KM Kelimutu sandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara pada Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB setelah menempuh pelayaran dari Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung. Kapal membawa 970 penumpang yang turun di pelabuhan, sementara seluruh proses kedatangan berlangsung aman dengan dukungan petugas pelabuhan dan instansi terkait.

KM Kelimutu Layani Konektivitas Pelabuhan Tanjung Priok

Berdasarkan informasi rencana sandar, KM Kelimutu merapat di Kade 106 untuk melaksanakan proses debarkasi penumpang. Seluruh aktivitas kedatangan berlangsung tertib sehingga pelayanan kepada penumpang dapat dilakukan sesuai prosedur.

Setelah menyelesaikan proses debarkasi, KM Kelimutu dijadwalkan kembali berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 21.00 WIB. Kapal diperkirakan mengangkut sekitar 783 penumpang yang akan melanjutkan perjalanan menuju sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Rute pelayaran KM Kelimutu meliputi Tanjung Priok, Tanjung Pandan, Pontianak, Semarang, Kumai, Semarang, Pontianak, hingga kembali ke Tanjung Pandan. Jalur tersebut menjadi salah satu layanan transportasi laut yang menghubungkan Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Pantauan posisi kapal menunjukkan KM Kelimutu berlayar dengan kecepatan sekitar 11,5 knot sebelum tiba di Jakarta. Kelancaran operasional kapal menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas transportasi laut nasional sekaligus mendukung mobilitas masyarakat antardaerah.

Pihak pelabuhan mengimbau seluruh calon penumpang agar datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. Penumpang juga diminta menyiapkan dokumen perjalanan serta mengikuti arahan petugas selama proses embarkasi.

"Seluruh proses kedatangan dan keberangkatan diharapkan berlangsung tertib dengan dukungan seluruh pengguna jasa pelabuhan," ujar pihak pelabuhan.

Kelancaran operasional kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat terus menjaga kesinambungan layanan transportasi laut. Selain mendukung mobilitas masyarakat, layanan tersebut juga berperan memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....