Tanggul Muara Baru Kembali Alami Retakan hingga Merembes ke Jalan
- 04 Agt 2026 08:04 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Tanggul laut di Muara Baru, Jakarta Utara mengalami kebocoran dan retakan di beberapa titik yang menyebabkan air laut terus merembes ke jalanan dan menciptakan genangan air harian.
- Rembesan air laut membuat permukaan jalan menjadi licin dengan lumut, sehingga kerap menjadi penyebab warga terpeleset dan mengalami luka-luka saat melintas.
- Warga mengkhawatirkan risiko tanggul jebol mengingat posisi permukaan air laut yang lebih tinggi dari daratan, sementara tanggul tersebut menjadi satu-satunya penghalang dari bencana banjir rob yang lebih besar.
- Hingga berita dinaikkan, Pemkot Jakarta Utara belum memberikan respons atau keterangan terkait kerusakan tanggul Muara Baru dan rencana perbaikan.
RRI.CO.ID, Jakarta — Tanggul laut yang menjadi benteng pertahanan pemukiman warga Muara Baru Jakarta Utara kini kembali mengalami kebocoran dan retakan di beberapa titik, menyebabkan air laut terus merembes ke jalanan.
Wawancara RRI Jakarta kepada Andi (31), salah seorang warga yang kerap beraktivitas di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa rembesan air tersebut bukanlah hal baru, melainkan kondisi harian yang tak kunjung terhenti.
"Bocor terus ini, enggak pernah berhenti-berhenti. Kalau air pasang, air naik dan kondisi jalan jadi makin parah," ujar Andi saat ditemui di lokasi. Senin 3 Juli 2026.
Rembesan air laut yang membasahi jalan beton tak hanya membuat suasana terkesan kumuh, tetapi juga membahayakan para pengguna jalan. Permukaan jalan menjadi licin akibat genangan air dan lumut, hingga kerap memakan korban. Tak sedikit pengendara sepeda motor atau pejalan kaki yang terpeleset dan mengalami luka-luka.
"Ada yang jatuh, ada. Kalau terpeleset ya lumayan sering. Makanya harus ekstra hati-hati kalau melintas di sini," tambah Andi.
Namun, kekhawatiran terbesar warga bukan sekadar jalanan yang licin. Retakan pada dinding tanggul memicu ketakutan yang lebih dalam: potensi tanggul jebol. Mengingat posisi permukaan air laut yang kini terasa lebih tinggi daripada daratan, keberadaan tanggul tersebut menjadi satu-satunya penghalang dari bencana banjir rob yang lebih besar.
Kondisi tanah di sekitar lokasi yang sempat mengalami pengurugan juga diduga berpengaruh terhadap ketahanan struktur bangunan di sekitarnya. Bagi warga seperti Andi, setiap kali pasang laut datang, rasa cemas selalu menyelimuti.
Warga berharap pihak pemerintah dan instansi terkait dapat segera mengambil tindakan nyata untuk menambal kebocoran serta memperkuat struktur tanggul sebelum timbul kerusakan yang lebih parah atau menelan korban jiwa.
Hingga berita ini dinaikkan Pemkot Jakarta Utara belum memberikan keterangan terkait keretakan tanggul Muara Angke.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....