Sudinkes Jakpus Gencarkan Pelacakan TB Terintegrasi CKG, Sasar 57.800 Warga
- 03 Agt 2026 17:53 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Sudinkes Jakarta Pusat melaksanakan pelacakan kasus tuberkulosis terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis di 578 titik di 44 kelurahan selama Agustus hingga Oktober 2026.
- Pelacakan TB menargetkan pemeriksaan kesehatan terhadap 57.800 warga Jakarta Pusat untuk deteksi dini penyakit tuberkulosis.
- Wali Kota Arifin mengarahkan seluruh jajaran kecamatan, kelurahan, dan kader komunitas untuk aktif mendukung program agar target pemeriksaan dapat tercapai secara maksimal.
RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggencarkan pelacakan kasus tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 578 titik yang tersebar di 44 kelurahan. Kegiatan yang berlangsung mulai Agustus hingga Oktober 2026 itu menargetkan pemeriksaan terhadap 57.800 warga.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin meminta seluruh jajaran kecamatan, kelurahan, serta kader Dasawisma, RT, RW, dan Jumantik aktif mendukung pelaksanaan pelacakan TB agar target pemeriksaan dapat tercapai secara maksimal. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Senin 3 Agustus 2026.
"Saya meminta lurah bersama kader mendampingi tim Sudinkes Jakarta Pusat saat melakukan pelacakan TB terintegrasi CKG di lapangan," kata Arifin.
Ia optimistis keterlibatan aparat wilayah dan kader akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan TB. Selain itu, temuan kasus di lapangan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan penanganan medis.
Kepala Sudin Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Ilmi Tri Indiarto mengimbau masyarakat tidak takut mengikuti pemeriksaan karena TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila menjalani pengobatan secara teratur.
"Penyakit TB dapat disembuhkan dengan mengikuti anjuran dokter yakni meminum obat secara rutin minimal selama enam bulan lamanya," ujar Ilmi.
Ia menjelaskan, di setiap titik pemeriksaan tim kesehatan akan memeriksa sekitar 100 warga. Selain memberikan pengobatan kepada pasien TB selama minimal enam bulan, petugas juga akan melakukan investigasi kontak erat untuk menemukan kasus baru sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sejak Januari hingga 31 Juli 2026 tercatat 3.174 kasus TB di Jakarta Pusat yang tersebar di 44 kelurahan dan seluruhnya telah menjalani pengobatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....