DKI Jakarta Deflasi 0,15 Persen pada Juli 2026, Harga Cabai hingga Emas Turun

  • 03 Agt 2026 17:54 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara month-to-month (bulanan) pada Juli 2026 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.
  • Deflasi terjadi akibat penurunan harga pada sejumlah komoditas, terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
  • Data deflasi diumumkan oleh Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto pada Senin 3 Agustus 2026 di kantor pusat BPS di Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month-to-month) pada Juli 2026. Data tersebut disampaikan dalam rilis resmi statistik di Kantor BPS Provinsi DKI Jakarta, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin 3 Agustus 2026.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan deflasi terjadi akibat penurunan harga pada sejumlah komoditas, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

"Pada Juli 2026, DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara month-to-month. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi yang didorong penurunan harga cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit," kata Kadarmanto dalam konferensi pers.

Kadarmanto menjelaskan, secara tahunan (year-on-year) DKI Jakarta masih mencatat inflasi sebesar 2,50 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 1,49 persen.

Selain komoditas pangan, emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar deflasi bulanan. Sementara itu, kenaikan harga bensin, ketupat atau lontong sayur, soto, dan sejumlah makanan jadi masih memberikan andil terhadap inflasi pada Juli 2026.

Di sisi lain, kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 0,71 persen. Kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada kelompok tersebut.

Kadarmanto menambahkan, perkembangan inflasi dan deflasi menjadi indikator penting untuk memantau stabilitas harga barang dan jasa di DKI Jakarta. Data tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan pengendalian inflasi di ibu kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....