Bukan Lagi Makanan Murah: Rela Menempuh Jarak demi Pasokan Ikan Asin Murah

  • 01 Agt 2026 17:48 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA - Melonjaknya harga ikan asin di tingkat distributor tak hanya memukul para pedagang besar, tetapi juga memberikan efek domino bagi para pemilik toko kelontong eceran. Salah satunya dirasakan oleh Pak Sofyar (41), warga Duren Sawit, Jakarta Timur, yang telah dua tahun belakangan rutin kulakan komoditas ini untuk dijual kembali di tokonya.

Demi mendapatkan barang berharga miring dengan kualitas yang bagus, Pak Sofyar rela menempuh perjalanan jauh dari rumahnya menuju pasar grosir. Berbagai jenis ikan asin seperti gabus, sepat, teri, hingga teri Medan menjadi komoditas utama yang selalu ia cari. Namun, belakangan ini raut wajahnya kerap dihiasi kebingungan akibat melambungnya harga barang dagangan tersebut.

Salah satu jenis yang paling ia keluhkan adalah teri Medan. Jenis ikan asin favorit konsumen ini harganya kian melambung tinggi hingga menyamai harga daging segar di kisaran ratusan ribu rupiah. Kondisi ini menempatkan pedagang perantara seperti dirinya dalam posisi yang serba salah.

"Sangat bingung. Terutamanya teri Medan itu harganya mahal sekali, sudah seharga daging. Kalau harga modalnya mahal, kita pedagang eceran jadi bingung mau jual berapa ke konsumen," ujar Pak Sofyar kepada RRI Jakarta, Jum'at 31 Juli 2026.

Tingginya harga modal serta menurunnya daya beli masyarakat memaksa Pak Sofyar menyesuaikan strategi usahanya. Jika dahulu ia biasa menyisihkan modal belanja hingga Rp3 juta sekali kulakan, kini ia memangkasnya menjadi Rp2 juta saja setiap tiga hari sekali. Tak hanya kuantitas barang yang didapat menjadi lebih sedikit, marjin keuntungan bersihnya pun tergerus signifikan.

"Modal belanja terpaksa dikurangi karena pembelinya juga lagi sedikit. Imbasnya jelas ke keuntungan, tergerus sekitar 20 persen," tambahnya.

Sebagai pedagang kecil yang bersentuhan langsung dengan konsumen akhir, Pak Sofyar menaruh harapan besar kepada pemerintah agar dapat menstabilkan harga komoditas pangan, khususnya ikan asin. Bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha toko kelontong, kestabilan harga adalah kunci agar roda perekonomian harian dapat terus berputar tanpa memberatkan siapa pun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....