Jeritan Pasar Tradisional: Ketika Ikan Asin Mulai Semahal Daging

  • 01 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA - Ikan asin yang dahulu lekat dengan citra makanan rakyat murah meriah, kini perlahan bergeser menjadi komoditas mahal. Di balik tingginya harga tersebut, ada cerita ketabahan pedagang seperti Ibu Farida (40), warga Kalibaru yang telah meneruskan usaha keluarga ini selama empat dekade.

Bagi Bu Farida, lapak ikan asin bukan sekadar tempat mengais rezeki, melainkan warisan turun-temurun dari orang tuanya. Namun, menjalani bisnis ini dalam beberapa bulan terakhir terasa kian menantang. Kelangkaan pasokan dari produsen membuat harga beberapa jenis ikan asin melonjak drastis.

"Ikan kapasan yang tadinya Rp150 ribu, sekarang naik jadi Rp200 ribu per kilo. Layang rebus yang tadinya Rp50 ribu jadi Rp80 ribu, peda dari Rp50 ribu jadi Rp70 ribu. Sudah ada 3 sampai 4 bulan begini karena barangnya susah," ungkap Bu Farida kepada RRI Jakarta, Jum'at 31 Juli 2026.

Tak hanya kelangkaan barang, tren penurunan omzet pun dirasakan Bu Farida sejak tiga tahun terakhir. Omzet harian yang dulunya bisa menyentuh angka Rp3 juta hingga Rp5 juta, kini anjlok menjadi sekitar Rp1 juta saja. Lonjakan harga membuat sebagian pembeli enggan merogoh kocek lebih dalam untuk hidangan yang dahulu terjangkau ini.

Meski begitu, dinamika pasar tak mengikis semangatnya. Untuk menjaga kualitas dagangannya agar tidak mudah rusak atau berubah warna menjadi kemerahan, Bu Farida mengandalkan kamar pendingin (freezer). Perlakuan khusus ini terutama diberikan pada komoditas sensitif seperti cumi asin agar tetap awet dan tidak dikerumuni ulat.

Di tengah sepinya pembeli pada hari-hari biasa, momen usai Idulfitri menjadi penawar duka yang paling dinanti. Momen tersebut biasanya membawa lonjakan pembeli yang berburu ikan asin sebagai buah tangan atau oleh-oleh.

Melihat kondisi harga yang mendekati harga daging segar, Bu Farida berharap ada perhatian lebih terhadap kestabilan pasokan ikan. Ia merindukan masa-masa ketika pasokan melimpah, harga terjangkau, dan riuh pembeli kembali meramaikan lapaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....