Kerap Terjadi Tawuran, Warga Minta Aparat Dirikan Pos Polisi di Jembatan Besi

  • 29 Jul 2026 18:18 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Warga Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat meminta aparat kepolisian mendirikan pos polisi di kawasan tersebut untuk mencegah tawuran.
  • Tawuran di kawasan Jembatan Besi masih sering terjadi secara berulang dan meresahkan masyarakat setempat.
  • Tatang, seorang juru parkir di minimarket, menjadi representasi warga yang mengakui kondisi keamanan yang belum optimal di wilayahnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Warga di kawasan Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, meminta agar aparat kepolisian mendirikan pos polisi di kawasan tersebut. Menurut warga, keberadaan pos polisi dapat mencegah aksi tawuran yang diakui masih kerap terjadi di wilayah itu.

Salah seorang warga sekaligus juru parkir di sebuah minimarket di Jalan Jembatan Besi, Tatang (59) menyebut, tawuran di kawasan itu sering terjadi berulang kali dan meresahkan masyarakat.

“Ya semoga kedepan pihak kepolisian bisa berikan perhatian lebih di kawasan yang sering terjadi tawuran. Jangan terlalu dilepas. Jam 12 sampai jam 3 itu harus sering dikontrol,” kata Tatang saat ditemui di Jalan Jembatan Besi, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Adapun Tatang berharap aparat tidak hanya meningkatkan patroli, namun juga membangun pos polisi di lokasi yang selama ini menjadi titik berkumpul para pelaku tawuran.

“Tolong juga dikasih satu pos polisi buat berjaga di daerah sini (Jembatan Besi). Saya yakin kalau ada pos polisi mereka gak akan berani tawuran,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan pos polisi sudah teruji efektif dalam menekan aksi tawuran yang sebelumnya kerap terjadi di kawasan kali dekat Season City.

Namun, kata Tatang, setelah pos polisi didirikan, aksi tawuran di kawasan tersebut disebut tidak lagi terjadi.

“Ini sudah teruji kok di kawasan Season City pinggir kali, sebelumnya mereka itu tawurannya di sana. Terus didirikan pos polisi, mereka jadi enggak berani lagi tawuran. Jadi aman,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait usulan warga untuk mendirikan pos polisi di kawasan Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Diberitakan sebelumnya, aksi tawuran di kawasan Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat dinilai sangat meresahkan warga sekitar terutama pada malam hingga dini hari. Terlebih, aksi itu pun disebut masih sering terjadi hampir setiap pekannya.

Dapat diketahui, aksi tawuran terakhir di kawasan tersebut sempat viral di media sosial pada Selasa, 28 Juli 2026 dini hari, yang kembali menambah catatan kerawanan di wilayah itu.

Salah seorang warga sekaligus juru parkir di sebuah minimarket kawasan tersebut, Tatang (59) mengatakan, tawuran di kawasan tersebut umumnya melibatkan kelompok remaja dari wilayaj Krendang dan Duri.

“Itu seminggu bisa dua sampai tiga kali, yang pada tawuran bocah dari Krendang sama dari Duri. Pemicunya mah gak ada apa-apa sebenernya, mereka cuma keprok-keprok doang nyari lawan,” kata Tatang saat ditemui di lokasi, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Tatang, aksi tawuran itu biasanya bermula dari saling mencari lawan di sekitar yang tak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Ia menilai, kedua kubu sudah saling mengetahui jadwal-jadwal mereka akan bertempur.

“Mereka enggak ada dari media sosial, intinya dia kaya punya jadwalnya sendiri, datang ke rel kereta api terus keprok-keprok baru dah mereka saling langsung keluar,” jelasnya.

Ia meyebutkan, tawuran di lokasi itu paling sering terjadi pada akhir pekan, terkhusus pada Sabtu hingga Minggu dini hari. Namun, kata Tatang, tidak jarang juga bentrokan juga kerap terjadi pada malam Senin.

“Sering mah Sabtu, malam Minggu tapi kadang malam Senin juga ada. Kalau jamnya mereka enggak nentu, kadang jam warga masih rame jam 12 malam aja mereka udah mulai,” kata Tatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....