UPN Veteran Jawa Timur Terapkan Teknologi Pascapanen Jagung

  • 27 Jul 2026 22:23 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • UPN Veteran Jawa Timur Terapkan Teknologi Pascapanen Jagung

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa penerapan teknologi pascapanen jagung berbasis energi surya di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil panen melalui pemanfaatan teknologi tepat guna sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 22 Juli 2026 itu mengusung tema "Teknologi Pascapanen Jagung Terintegrasi untuk Peningkatan Mutu dan Ketahanan Pangan Desa". Program merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026.

Tim pelaksana dipimpin oleh Primasari Cahya Wardhani dengan anggota Dinna Hadi Sholikah, Nia Dwi Puspitasari, serta mahasiswa Diva Cantika Nisya Abrilia dan Sovi Anggraeni Armita Dewi. Mereka memperkenalkan inovasi berupa mesin pemipil jagung yang memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri perangkat Desa Mulyorejo, anggota Kelompok Tani Bintang Timur, dan masyarakat sekitar. Dalam sambutannya, Kepala Desa Mulyorejo menilai kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.

"Kami mengapresiasi kontribusi UPN 'Veteran' Jawa Timur yang telah mendampingi masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Kepala Desa Mulyorejo.

Setelah pembukaan, tim pengabdian memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan pascapanen jagung. Materi yang disampaikan mencakup teknik penanganan hasil panen, proses pemipilan, pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian, serta pentingnya menjaga kadar air jagung sebelum dipasarkan.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa kualitas hasil panen dipengaruhi tidak hanya oleh proses budidaya, tetapi juga oleh penanganan setelah panen. Pengelolaan kadar air yang sesuai standar dinilai dapat membantu menjaga mutu jagung selama penyimpanan sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan satu unit mesin pemipil jagung berbasis PLTS berkapasitas 650 Wp beserta rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air kepada Kelompok Tani Bintang Timur. Mesin tersebut menggunakan motor listrik berkapasitas 1,1 kW dengan kemampuan memipil sekitar 50 kilogram jagung per jam.

Selain penyerahan peralatan, tim memberikan pelatihan kepada anggota kelompok tani mengenai cara mengoperasikan mesin, memanfaatkan sensor kadar air, serta melakukan perawatan alat agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc., mengatakan bahwa perhatian terhadap proses pascapanen merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hasil produksi pertanian.

"Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan budidaya, tetapi juga oleh bagaimana hasil panen dikelola setelah dipanen. Melalui mesin pemipil berbasis PLTS dan rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air ini, kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil panen, menekan biaya operasional, serta memperoleh nilai jual yang lebih baik," kata Primasari.

Menurutnya, penggunaan energi surya sebagai sumber tenaga mesin menjadi salah satu alternatif pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian, terutama untuk mendukung proses pascapanen yang lebih efisien.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bintang Timur mengatakan teknologi yang diterima sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Selama ini, proses pemipilan masih banyak bergantung pada jasa pemipil keliling sehingga waktu penyelesaian panen sering dipengaruhi antrean pada musim panen.

"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada UPN 'Veteran' Jawa Timur, Ditjen Risbang melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Bantuan teknologi ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani kami. Dengan adanya mesin pemipil berbasis tenaga surya dan rak pengering yang dilengkapi sensor kadar air, kami optimistis kualitas hasil panen akan semakin baik, proses kerja menjadi lebih cepat, dan pendapatan petani juga dapat meningkat," ungkapnya.

Program ini juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pendidikan berkualitas melalui transfer teknologi, pemanfaatan energi bersih, peningkatan produktivitas ekonomi, serta penerapan produksi yang lebih bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, hasil penelitian perguruan tinggi diimplementasikan dalam bentuk pendampingan, penyuluhan, dan penerapan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan serta memperkuat sistem pascapanen sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....