Wagub Rano Tegaskan Komitmen Jakarta Perkuat Layanan Kesehatan Pernapasan

  • 24 Jul 2026 20:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus memperkuat layanan kesehatan pernapasan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas ilmiah dan mitra internasional. Komitmen tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan penyakit pernapasan yang masih menjadi persoalan di Jakarta sebagai kota metropolitan.

Rano mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Jakarta sebagai tuan rumah forum ilmiah internasional tersebut menunjukkan posisi ibu kota sebagai kota global yang terbuka terhadap kerja sama dan pertukaran ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan Rano saat menjadi keynote speaker pada 27th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (RESPINA) 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Juli 2026.

“Kami bangga Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah forum ilmiah internasional yang mempertemukan para ahli, akademisi, peneliti, praktisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di bidang respiratory care,” ujar Rano.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Society of Respiratory Care Indonesia (RESPINA) yang selama lebih dari dua dekade dinilai konsisten meningkatkan mutu layanan kesehatan pernapasan melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi multidisiplin. Menurutnya, kontribusi tersebut turut memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.

Rano mengungkapkan, Jakarta masih menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan pernapasan. Selain tingginya kasus tuberkulosis (TB) dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), ibu kota juga dihadapkan pada meningkatnya penyakit kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Menurutnya, tantangan tersebut semakin kompleks akibat tingginya angka perokok, termasuk meningkatnya penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan paru pada masa mendatang.

“Tantangan tersebut semakin kompleks dengan masih tingginya perilaku merokok, termasuk meningkatnya penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja dan generasi muda yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan paru pada masa depan,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui berbagai kebijakan, seperti peningkatan kualitas udara, pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, pengendalian emisi kendaraan, pemantauan kualitas udara melalui JAKISPU, percepatan elektrifikasi armada Transjakarta, hingga optimalisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dibarengi edukasi kepada masyarakat.

Di sisi layanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan rumah sakit daerah bertaraf internasional sebagai pusat rujukan, pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan. Pemerintah daerah akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan.

“Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami berharap RESPINA dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan guna menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan RESPINA 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan layanan kesehatan pernapasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....