Demi Laporannya Dipercaya Polisi, Pria di Jakbar Nekat Lukai Tubuh Sendiri
- 24 Jul 2026 14:10 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang karyawan swasta berinisial A nekat melukai dirinya sendiri menggunakan gunting guna memperkuat laporan palsu sebagai korban begal di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.
Rekayasa ini dilakukan agar dirinya memiliki dasar yang kuat untuk mengajukan keberatan kepada perusahaan pembiayaan sehingga terhindar dari kewajiban membayar cicilan kredit laptop.
“Ya, korban mengalami luka di lengan kiri. Menurut pengakuan korban, dia melukai diri sendiri menggunakan gunting supaya penyidik atau kepolisian percaya bahwa dia dibegal,” kata Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat, AKP George Ruben kepada wartawan, Jumat, 23 Juli 2026.
George mengatakan, hal tersebut terungkap setelah Unit Resmob melakukan penyelidikan atas laporan dugaan pencurian dengan kekerasan yang dibuat oleh korban.
“Korban mengarang cerita agar dengan dasar laporan polisi tersebut bisa mengajukan kepada pihak kredit sehingga tidak membayarkan cicilan kredit laptop itu,” ujarnya.
George menjelaskan, laptop yang dikredit korban memiliki tenor selama 24 bulan dengan cicilan satu bulannya sebesar Rp1,2 juta. Namun hingga saat ini, korban baru membayar cicilan sebanyak lima kali.
Untuk memperkuat laporannya, korban bahkan sengaja melukai dirinya sendiri.
“Korban melukai dirinya sendiri di kamar mandi rumahnya di kawasan Kalideres menggunakan gunting,” ujarnya.
Menurut Geoge, kasus ini mulai terungkap ketika penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa kamera CCTV di lokasi yang disebut sebagai tempat pembegalan di kawasan Cengkareng.
“Memang terlihat korban melintas di lokasi tersebut, tetapi tidak ada orang lain yang menghentikan ataupun melakukan pembegalan terhadap korban,” kata George.
Atas temuan itu, lanjut dia, kemudian menjadi dasar bagi penyidik untuk kembali memeriksa korban secara intensif.
“Kami kemudian bertemu kembali dengan korban, dan akhirnya korban mengaku bahwa dirinya tidak mengalami kejadian tersebut,” ujarnya.
George menegaskan, motif utama korban melakukan rekayasa tersebut semata-mata untuk menghindari kewajiban membayar cicilan laptop.
Sementara itu, terkait proses hukum terhadap korban, George mengatakan penyidik masih mendalami perkara tersebut.
“Kami masih mendalami kasus ini. Untuk langkah selanjutnya nanti akan kami sampaikan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....