KPKP Jakbar Temukan Dugaan Jagal HPR di Lapo Cengkareng Jakbar

  • 14 Jul 2026 17:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menemukan dugaan praktik penjagalan Hewan Penular Rabies (HPR) berupa anjing di Lapo Iwan Samosir, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Hal ini ditemukan saat Sudin KPKP Jakarta Barat tengah melakukan sidak di lokasi tersebut pada Selasa, 14 Juli 2026.

Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi, selain menemukan daging yang diduga berasal dari HPR, petugas juga mendapati bangkai anjing yang terbungkus plastik hitam di sekitar lokasi.

Di lokasi, bau menyengat dari bangkai tersebut tercium hingga sekitar 10 meter dari titik penemuan. Bangkai itu ditemukan dalam kondisi mulai membusuk dan berada di area sekitar tempat pemeriksaan.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti mengatakan, bangkai tersebut ditemukan usai petugas selesai mengambil sampel daging yang diduga merupakan daging HPR.

“Kami menemukan bungkusan plastik hitam yang teronggok. Setelah diperiksa, di dalamnya terdapat bentukan yang menunjukkan spesies tertentu dari HPR, yaitu anjing. Ada bagian rahang, gigi, jari-jari atau digiti, serta bulu dan kulit bagian ekor,” kata Tanti kepada wartawan di lokasi, Selasa.

Tanti menilai, temuan itu memunculkan dugaan kuat adanya lokasi pemotongan anjing di lokasi tersebut. Namun Tanti menegaskan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut bersama instansi terkait.

“Ada dugaan ke tempat pemotongan seperti itu. Tapi kami belum menemukan sampai sejauh itu. Untuk itu kami dibantu oleh teman-teman dari Satpol PP,” ujarnya.

Ia pun memperkirakan bahwa bangkai tersebut telah berada di lokasi selama beberapa hari. Menurutnya, hal itu didasarkan pada kondisi fisik bangkai yang mulai membusuk dan muncul larva.

“Kalau melihat plastiknya, ada dua lapis. Begitu dibuka lapisan pertama sudah tampak larva kecil-kecil, penuh cairan dan sudah mulai terjadi pembusukan,” kata Tanti.

“Mungkin sudah ada di situ sekitar dua sampai tiga hari. Tetapi untuk memastikannya tentu harus melalui pemeriksaan laboratorium,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik Lapo Iwan Samosir, Iwan membantah bahwa bangkai tersebut didapat berasal dari aktivitas usahanya. Menurutnya, bangkai tersebut diduga sengaja dibuang oleh orang yang tidak dikenal di sekitar lokasi.

“Cuma kita kan tidak tahu itu bangkai dari siapa. Karena bangkai itu sudah busuk sekali, bukan baru. Kalau memang baru, mungkin kejadiannya hari ini. Tapi ini sudah lama,” kata Iwan.

Ia juga menduga ada pihak tertentu yang sengaja membuang bangkai tersebut di sekitar warungnya.

“Mungkin ada orang yang sengaja menaruh di sini. Dengan kondisi sekarang, mungkin banyak yang syirik atau iri, jadi bangkainya dibuang begitu saja,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....