Suhu Jakarta Diprakirakan Capai 34 Derajat Celsius pada Kamis Ini
- 09 Jul 2026 13:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Suhu udara di wilayah Jakarta diprakirakan mencapai 34 derajat Celsius pada Kamis, 9 Juli 2026. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Nurmayati, mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari dampak cuaca panas.
Nurmayati mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca dan citra satelit, kondisi cuaca di Jakarta sejak pagi hingga malam hari diprakirakan didominasi cerah hingga berawan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat paparan sinar matahari pada siang hari perlu menjadi perhatian masyarakat.
| Baca juga: BMKG: Jakarta Hari ini Cerah Berawan |
"Untuk kisaran suhu sendiri, untuk wilayah Jakarta sekitar 26 hingga 34 derajat Celsius," ujar Nurmayati dalam wawancara Radio 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan, agar menggunakan pelindung diri seperti tabir surya. Selain itu, masyarakat juga diminta mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan akibat suhu udara yang tinggi.
"Karena hari ini diprakirakan suhunya sekitar 26 hingga 34 derajat Celsius, agar selalu menggunakan pelindung ataupun tabir surya. Kemudian menjaga kecukupan cairan tubuh serta menghindari paparan langsung dari sinar matahari," ucapnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan mengalami cuaca cerah. Suhu udara di Jakarta Selatan menjadi yang tertinggi, yakni berkisar 27 hingga 34 derajat Celsius, sementara Jakarta Timur mencapai 33 derajat Celsius, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat hingga 32 derajat Celsius, Jakarta Utara sekitar 30 derajat Celsius, serta Kepulauan Seribu berkisar 28 hingga 29 derajat Celsius.
Selain kondisi cuaca di Jakarta, Nurmayati menyampaikan bahwa jalur penyeberangan di Selat Sunda dan Selat Bali masih berada dalam kondisi kondusif. Ketinggian gelombang sekitar 0,5 meter dinilai cukup aman untuk aktivitas penyeberangan laut.
Sementara itu, untuk sektor penerbangan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar Selat Malaka, Kepulauan Riau, dan Samudra Pasifik bagian utara Papua. Masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca terkini diimbau memantau pembaruan melalui laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, aplikasi Info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, maupun media sosial resmi lembaga tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....