Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Capai 94 Persen

  • 09 Jul 2026 07:26 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Progres fisik LRT Jakarta Fase 1B mencapai 94,061% dengan penyelesaian pemasangan girder terakhir di kawasan Double Double Track (DDT) Manggarai pada pekan keempat Juni 2026.
  • Seluruh rangkaian pengangkatan girder di koridor Velodrome–Manggarai telah tersambung 100%, menandai penyelesaian struktur utama jalur layang yang menjadi dasar operasional proyek.
  • LRT Jakarta Fase 1B ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026 dan diproyeksikan melayani 18 juta penumpang pada 2028 saat beroperasi bersama Fase 1A, serta mengurangi emisi karbon hingga 2.927.250 ton CO₂e.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai memasuki tahap akhir. Hingga pekan keempat Juni 2026, progres fisik proyek telah mencapai 94,061 persen, ditandai dengan rampungnya pemasangan girder terakhir di kawasan Double Double Track (DDT) Manggarai yang menjadi titik konstruksi paling kompleks sepanjang proyek.

Dengan terpasangnya girder terakhir tersebut, seluruh rangkaian pekerjaan pengangkatan girder di koridor Velodrome–Manggarai kini telah tersambung 100 persen. Penyelesaian tahapan ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B karena struktur utama jalur layang telah rampung.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan kawasan DDT Manggarai sejak awal menjadi tantangan terbesar dalam proyek karena berada tepat di atas jalur kereta aktif dengan intensitas perjalanan yang tinggi. Oleh karena itu, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan perencanaan yang cermat, koordinasi lintas instansi, serta pemanfaatan waktu kerja yang terbatas agar tidak mengganggu operasional perkeretaapian.

“Area DDT Manggarai merupakan titik kritikal terakhir dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Keberhasilan pengangkatan girder terakhir di titik ini menjadi capaian penting bagi seluruh tim di lapangan, karena tantangannya bukan hanya pada aspek teknis konstruksi, tetapi juga pada koordinasi keselamatan dengan operasional perkeretaapian yang tetap berlangsung,” ujar Iwan, di Jakarta, Rabu, 8 Juni 2026.

Iwan menjelaskan setelah penyelesaian struktur utama, Jakpro akan memfokuskan pekerjaan pada tahap penyelesaian konstruksi, instalasi sistem perkeretaapian, pengujian, serta penguatan kesiapan operasional. Seluruh tahapan tersebut dilakukan untuk memenuhi target pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B pada Agustus 2026.

“Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik di Jakarta. Jalur ini diharapkan memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus mendukung integrasi moda transportasi massal di ibu kota,” ujarnya.

Saat beroperasi penuh bersama LRT Jakarta Fase 1A, layanan tersebut ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada 2028. Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, sistem transportasi berbasis listrik tersebut juga diproyeksikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon perkotaan hingga 2.927.250 ton CO₂e sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi yang lebih berkelanjutan.

Iwan menegaskan Jakpro berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan pembangunan sesuai jadwal agar masyarakat dapat segera menikmati layanan transportasi publik yang lebih terintegrasi.

“Kami berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek ini sesuai target. Ini bukan semata soal penyelesaian konstruksi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi, andal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....