Pemprov DKI Berkomitmen Wujudkan Layanan Air Minum Perpipaan 100 Persen pada 2029
- 27 Jun 2026 16:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO. ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen mewujudkan layanan air minum perpipaan 100 persen pada tahun 2029. Sepanjang tahun 2025, PT PAM Jaya Perseroda berhasil menyambungkan pipa air minum dengan jumlah terbanyak, yakni 72.666 sambungan.
Atas kerja keras itu, PT PAM Jaya meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), yang diterima oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam acara Jakarta Water Hero 2026. Acara tersebut menjadi ajang apresiasi bagi individu, komunitas, pelanggan, hingga mitra, yang berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan air di Jakarta.
Saat ini sendiri cakupan layanan PAM Jaya telah mencapai 82 persen atau melayani sekitar 8,9 juta jiwa. Capaian ini memperkuat kepercayaan diri PAM Jaya atas target layanan penuh dalam tiga tahun ke depan.
“Ketika saya mencanangkan pada 2029 layanan air bersih di Jakarta harus mencapai 100 persen, banyak yang tidak percaya. Namun sekarang capaian PAM JAYA sudah mencapai 82 persen. Saya yakin, dengan waktu tiga tahun ke depan, target 100 persen itu bisa kita wujudkan,” ujar Gubernur Pramono, saat memberikan sambutan dalam acara Jakarta Water Hero 2026, di halaman Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat 26 Juni 2026.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono berharap agar perluasan jaringan mampu menjangkau seluruh warga. Terlebih kelompok masyarakat yang kesulitan memperoleh akses air bersih.
“Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, memperoleh akses terhadap air bersih karena air merupakan hak dasar setiap warga,” katanya.
Menurutnya, perluasan layanan air perpipaan menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan warga terhadap air tanah. Ia menyebut, pengambilan air tanah secara berlebihan berisiko memperburuk penurunan muka tanah dan ketahanan lingkungan Jakarta.
“Ketahanan air tidak cukup dibangun melalui infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh warga untuk menggunakan air secara bijak,” ucap Gubernur Pramono.
Lebih lanjut, Ia juga meminta PAM Jaya untuk menjaga profesionalisme setelah bertransformasi menjadi perseroan daerah. Ia menekankan pentingnya pemisahan fungsi regulator dan operator, agar pengelolaan perusahaan dapat dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi.
“Tidak boleh ada intervensi dalam menjalankan perusahaan. Ketika tata kelola dijaga dengan baik, hasilnya mulai kita rasakan hari ini,” ujar Gubernur Pramono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....