Perkuat Jakarta Kota Global, Pemprov DKI Kembangkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi

  • 23 Jun 2026 13:56 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengembangkan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai strategi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun daya tarik kota, sekaligus menciptakan ruang interaksi baru bagi masyarakat dan wisatawan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan penguatan Jakarta sebagai kota global tidak hanya bertumpu pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus didukung identitas budaya yang kuat, keamanan yang terjaga, serta jejaring internasional yang semakin luas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengembangkan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta kawasan-kawasan bersejarah sebagai ruang interaksi baru bagi warga, sekaligus daya tarik bagi wisatawan,” kata Rano Karno, di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Rano, berbagai upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan kawasan Kota Tua, revitalisasi Setu Babakan sebagai pusat budaya Betawi, penguatan Pasar Baru sebagai kawasan perdagangan bersejarah, hingga penataan kawasan strategis seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Pulo Gadung sebagai simpul baru aktivitas ekonomi dan ruang publik.

Rano menilai kawasan-kawasan tersebut memiliki peran penting dalam membangun karakter Jakarta sebagai kota yang modern tanpa meninggalkan akar sejarah dan budayanya. Kawasan tersebut juga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain pengembangan kawasan, Pemprov DKI juga terus menghadirkan berbagai kegiatan olahraga, budaya, keagamaan, serta event berskala internasional. Agenda-agenda tersebut diharapkan semakin memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang hidup, terbuka, dan berbudaya di mata dunia.

Dalam upaya menjaga identitas kota, Pemprov DKI turut mendorong penguatan kelembagaan adat Betawi. Menurut Rano, masyarakat Betawi memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri Jakarta di tengah transformasi menuju kota global.

“Langkah ini penting agar masyarakat Betawi semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga identitas kota, merawat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebudayaan, serta mendukung pembangunan Jakarta ke depan,” ujarnya.

Di sisi lain, Rano menegaskan daya tarik Jakarta juga harus ditopang oleh rasa aman dan tata kelola kota yang modern. Karena itu, Pemprov DKI memperkuat pemanfaatan teknologi melalui integrasi kamera pengawas (CCTV) dalam satu sistem pemantauan kota secara real-time yang terhubung dengan aparat keamanan.

Berbagai langkah yang dilakukan Pemprov DKI mulai menunjukkan hasil positif. Jakarta tercatat naik dari peringkat 74 menjadi 71 dalam Global City Index dan menempati posisi sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara.

Rano menambahkan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan DPRD DKI Jakarta dalam mengawal agenda pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel.

“Segala pencapaian yang telah diraih tidak terlepas dari dukungan jajaran DPRD Provinsi DKI Jakarta yang mengawal berbagai agenda pembangunan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....