KrediOne dan OJK Dorong Literasi Keuangan Digital di Kalangan Generasi Muda
- 20 Jun 2026 00:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jambi menggelar Seminar Nasional bertema “State, Fintech, and Digital Society: Percepatan Transformasi Ekosistem Digital Indonesia” pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog dan kolaborasi antara regulator, industri fintech, akademisi, serta generasi muda dalam membahas perkembangan ekonomi digital, literasi keuangan, dan transformasi teknologi di Indonesia.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Romi Septriandi, Direktur Utama KrediOne sekaligus Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah, serta Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi Rio Yusri Maulana.
Kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi Jambi yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan digital.
Dalam seminar tersebut, para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain membahas perkembangan industri keuangan digital, seminar juga menjadi sarana edukasi terkait pentingnya literasi keuangan serta kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan judi online.
Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, mengatakan transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi mampu membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Transformasi digital harus dibangun melalui kolaborasi yang kuat antara regulator, industri, institusi pendidikan, dan masyarakat agar inovasi dapat berkembang seiring dengan perlindungan konsumen,” ujar Kuseryansyah melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurutnya, industri Pinjaman Daring (Pindar) memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terlayani lembaga keuangan konvensional.
Ia mengungkapkan, sejak berdiri pada 2019 hingga Mei 2026, KrediOne telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp17,6 triliun kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan di masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen.
“Peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang semakin marak memanfaatkan perkembangan teknologi digital,” katanya
Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi, Rio Yusri Maulana, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, dan industri sangat penting untuk membekali generasi muda menghadapi dinamika ekonomi digital.
“Dengan seminar ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana industri fintech berkontribusi terhadap inklusi keuangan dan transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, KrediOne menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital melalui kolaborasi bersama regulator, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....