Rano Karno Ajak Industri Perhotelan Perluas Budaya Betawi
- 19 Jun 2026 22:19 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengajak industri perhotelan ikut memperluas promosi budaya Betawi melalui sajian kuliner, pertunjukan seni, dan pengalaman khas Jakarta bagi wisatawan. Hal tersebut disampaikan saat membuka Discover Betawi Art & Culture di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.
Rano juga mengapresiasi konsistensi Hotel Borobudur dalam menyelenggarakan kegiatan budaya setiap menjelang ulang tahun Jakarta. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Saya sangat tahu, hampir setiap tahun saat Jakarta berulang tahun, Hotel Borobudur pasti berpartisipasi dengan kegiatan budayanya. Ini menandakan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dengan semua bidang usaha, termasuk hotel, berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kolaborasi dengan sektor perhotelan diharapkan membuat budaya Betawi semakin dekat dengan wisatawan. Bentuknya antara lain penyajian kuliner khas, pertunjukan tari tradisional, hingga penyambutan tamu bernuansa Betawi.
“Kami memiliki sekitar 15 hotel yang sudah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Ini bagian dari upaya mengangkat budaya Betawi melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan wisatawan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya Jakarta sekaligus meningkatkan daya tarik wisata kota,” ujarnya.
Memasuki usia 500 tahun pada 2027, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan kalender kegiatan budaya dan pariwisata selama satu tahun. Agenda tersebut dirancang untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global sekaligus memberi kepastian program bagi industri pariwisata dan perhotelan.
“Kami sedang mendesain kalender kegiatan dari Januari sampai Desember 2027. Setiap bulan akan ada kegiatan berskala internasional karena Jakarta sedang menuju kota global. Ini juga akan menjadi panduan bagi sektor pariwisata dan perhotelan untuk menyiapkan berbagai atraksi yang mendukung,” katanya.
Rano menyatakan, kegiatan budaya perlu dirancang tidak hanya sebagai ruang pelestarian, tetapi juga sebagai penggerak kunjungan wisata dan ekonomi kota. Ia menyebut rangkaian kegiatan sejak perayaan Natal hingga Idulfitri telah menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp68 triliun.
“Targetnya tentu meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Dengan kunjungan yang meningkat, fiskal Jakarta juga ikut tumbuh,” ujarnya.
Rano menambahkan, rangkaian HUT Jakarta juga menghadirkan agenda keagamaan, termasuk Haul Ulama dan Habaib, sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang turut membentuk perjalanan sejarah Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....