Prakiraan Cuaca Maritim Teluk Jakarta 17 Juni

  • 17 Jun 2026 09:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prakirawan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Primastuti Indah memprakirakan cuaca perairan DKI Jakarta dan utara Jawa Barat cerah berawan hingga berawan, Rabu 17 Juni 2026.

“Hari ini kondisi cuaca di wilayah perairan DKI Jakarta dan utara Jawa Barat diprakirakan cerah berawan hingga berawan,” kata Primastuti saat siaran cuaca maritim di Pro1 RRI Jakarta, Rabu pagi.

Kondisi angin diprediksi bertiup dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam di Teluk Jakarta, perairan Kepulauan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon.

Poster prakiraan cuaca maritim di perairan Kepulauan Seribu bagian selatan, berlaku Rabu 17 Juni 2026 hingga Jumat 19 Juni 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

“Keadaan gelombang laut berada pada kategori rendah dengan tinggi antara 0,5 hingga 1,25 meter. Gelombang rendah diprakirakan terjadi di Teluk Jakarta, perairan Kepulauan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, hingga Cirebon," ujar Primastuti.

Wilayah pesisir Jakarta diprakirakan mengalami pasang maksimum dengan ketinggian mencapai 1,1 meter. Pasang maksimum diprediksi terjadi pada pukul 23.00 WIB, sedangkan surut minimum setinggi 0,1 meter diperkirakan terjadi pada pukul 09.00 WIB.

Primastuti mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan baru dan perigee. Banjir rob diprediksi berlangsung hingga 19 Juni 2026 dengan puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 19.00 hingga 00.00 WIB.

Poster prakiraan cuaca maritim di perairan Kepulauan Seribu bagian selatan, berlaku Rabu 17 Juni 2026 hingga Jumat 19 Juni 2026. (Foto: Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta)

“Wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob meliputi Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan serta kawasan pesisir," kata Primastuti.

Masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim. Informasi resmi dari BMKG dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....