Ditargetkan Beroperasi Agustus, Revitalisasi Pasar Muara Karang Capai 75 Persen
- 16 Jun 2026 21:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Proyek revitalisasi Pasar Muara Karang, di Penjaringan, Jakarta Utara, telah mencapai progres fisik sebesar 75 persen. Pasar yang dibangun dengan investasi sekitar Rp138 miliar tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Project Director Revitalisasi Pasar Muara Karang PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Luky Ismayanti mengatakan pekerjaan konstruksi saat ini terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
“Semoga tidak ada rintangan yang berarti untuk kami bisa mengejar target pembangunan ini bisa selesai Agustus ini,” kata Luky, di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut dia, minat pedagang untuk menempati pasar baru cukup tinggi. Dari total 384 unit kios dan los yang tersedia, sekitar 67 persen telah terpesan. Bahkan, seluruh los basah dan kios emas sudah terisi penuh.
“Los basah sudah 100 persen. Kios emas juga sudah 100 persen. Sisanya tersebar di kios rupa-rupa dan food court,” ujarnya.
Lebih lanjut Luky menjelaskan bahwa Pasar Muara Karang yang direvitalisasi akan memiliki enam lantai. Lantai pertama digunakan sebagai area parkir dengan kapasitas sekitar 88 mobil dan 44 sepeda motor.
Kemudian, lantai kedua diperuntukkan bagi los basah dan kios emas. Sementara lantai tiga dan empat akan diisi berbagai jenis usaha, seperti apotek, toko pakaian, dan usaha ritel lainnya.
Adapun lantai lima akan difungsikan sebagai food court. Sedangkan lantai enam akan dilengkapi fasilitas sport hall yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum.
“Fasilitas tersebut terdiri atas tiga lapangan bulu tangkis, satu lapangan basket, serta satu lapangan futsal yang dapat disewakan,” ujarnya.
Luky optimistis tingkat okupansi akan terus meningkat seiring progres pembangunan yang mendekati tahap akhir. Pengelola juga meyakini seluruh unit dapat terisi saat pasar mulai beroperasi.
Setelah pembangunan rampung, pedagang yang saat ini menempati pasar sementara akan direlokasi secara bertahap ke gedung baru. Pengelola menyiapkan waktu sekitar dua pekan bagi tenant untuk melakukan penataan dan pemasangan perlengkapan usaha di kios masing-masing.
Selain pembangunan gedung, proyek revitalisasi turut disertai penataan drainase di sekitar kawasan pasar melalui normalisasi saluran air guna memperlancar aliran air.
Luky mengatakan, kawasan Pasar Muara Karang sudah lama tidak terdampak banjir. Meski demikian, pihaknya memastikan bangunan telah memenuhi ketentuan peil banjir yang menjadi syarat dalam proses perizinan.
“Level lantai dasar bangunan sudah memenuhi syarat peil banjir yang ditentukan. Jadi insyaallah aman dari banjir,” ucapnya.
Pasar baru tersebut juga dilengkapi eskalator dan dua lift barang untuk mendukung aktivitas perdagangan. Kehadiran fasilitas yang lebih modern diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung serta memperkuat fungsi Pasar Muara Karang sebagai pusat ekonomi masyarakat di Jakarta Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....