Kemkomdigi Dorong Interaksi Anak di Ruang Publik Melalui “Tunggu Anak Siap Jakarta”

  • 12 Jun 2026 11:31 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI mendorong anak-anak untuk lebih banyak melakukan aktivitas nyata di ruang publik. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan “Tunggu Anak Siap Jakarta” atau “Tunas Jakarta”, yang digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada tanggal 12-13 Juni 2026.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi, Boni Pudjianto, menyebut bahwa kegiatan ini digelar untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Acara ini menjadi alternatif kegiatan bagi anak, ketika akses terhadap dunia digital mulai dibatasi.

”Kami menginisiasi kegiatan ini, yang diharapkan memberikan interaksi anak-anak kepada sesama, lingkungannya, dan juga komunitas,” ujar Boni, di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada Jumat 12 Juni 2026.

Pasalnya, tingkat penggunaan layar atau screen time pada anak saat ini sudah cukup tinggi. Untuk itu, acara Tunas Jakarta mendorong anak-anak untuk meningkatkan interaksi sosial dan aktivitas nyata di luar ruang digital.

“Anak-anak sudah cukup tinggi penggunaan screen time-nya di ruang digital. Hampir mencapai tujuh setengah jam,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Start Up, Alfreno Kautsar Ramadhan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan “Tunggu Anak Siap Jakarta” merupakan kegiatan perdana yang berlangsung selama dua hari. Ke depan, pihaknya berupaya untuk terus menjajaki peluang kolaborasi, guna memperluas implementasi program.

“Selebihnya kita masih meraba Pemprov ataupun Pemda mana yang memang ingin berkolaborasi, karena memang kita ada SKB bersama kementerian lain yang bisa membantu kita menjalankan banyak aktivitas seperti ini sampai akhir tahun,” ucap Alfreno.

Adapun pelaksanaan Tunas Jakarta ini dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, operator telekomunikasi, hingga komunitas dan organisasi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....