Pramono Minta "Pulau Sampah" di Muara Angke Tak Terulang
- 07 Jun 2026 16:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta penanganan sampah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, dilakukan secara rutin agar tumpukan sampah yang sempat membentuk “pulau sampah” tidak kembali terjadi. Menurutnya, tumpukan sampah yang sebelumnya mengendap di kawasan Muara Angke telah berhasil dibersihkan.
“Untuk sedimentasi di Muara Angke sudah dibersihkan,” kata usai mengikuti kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu, 7 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Muara Angke menjadi salah satu titik pertemuan aliran sungai-sungai yang melintasi Jakarta. Kondisi tersebut menyebabkan sampah dan sedimentasi yang terbawa arus mudah mengendap sebelum akhirnya mengalir ke laut.
Pramono mengatakan sedikitnya terdapat 13 sungai yang bermuara ke kawasan tersebut. Akibatnya, endapan sampah dan lumpur telah menjadi persoalan yang berlangsung cukup lama di wilayah pesisir Jakarta Utara itu.
Lebih lanjut Pramono menjelaska bahwa keberadaan endapan sampah di Muara Angke memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, tumpukan sampah tersebut berfungsi menahan sampah agar tidak terbawa hingga ke wilayah Kepulauan Seribu. Namun di sisi lain, jika tidak segera ditangani, sampah akan terus menumpuk dan membentuk hamparan luas.
“Plusnya adalah sampah itu kemudian tidak terdorong sampai dengan Pulau Seribu. Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah,” ujarnya.
Pramono mengungkapkan proses pembersihan tumpukan sampah yang sempat mengendap di Muara Angke membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Karena itu, ia menilai upaya pembersihan tidak boleh dilakukan secara insidental, melainkan harus menjadi kegiatan rutin.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pramono mengaku telah menginstruksikan jajarannya agar melakukan pembersihan berkala di kawasan Muara Angke. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan sampah dapat dilakukan sejak dini sebelum terjadi penumpukan dalam jumlah besar.
“Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan,” katanya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap upaya pembersihan rutin di Muara Angke tidak hanya menjaga kebersihan kawasan pesisir, tetapi juga membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan laut dan menjaga kualitas ekosistem perairan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....