Angkat Tema Ketangguhan Kota, Jakarta Future Festival Kembali Digelar di TIM
- 06 Jun 2026 13:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Jakarta Future Festival (JFF) 2026 kembali digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada 5-7 Juni 2026. Festival yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta tersebut mengusung tema “Navigating Resilience” atau menavigasi ketangguhan dalam menghadapi tantangan masa depan perkotaan.
Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) sekaligus pengelola TIM Iwan Takwin mengatakan kepercayaan untuk kembali menyelenggarakan JFF di TIM menunjukkan perkembangan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat kesenian dan kebudayaan, tetapi juga sebagai wadah pertukaran gagasan mengenai masa depan kota.
“TIM telah bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif dan adaptif. Kehadiran JFF 2026 dengan tema ketangguhan kota (urban resilience) sangat selaras dengan visi TIM yang baru, yaitu menjadi wadah tempat tradisi, seni, teknologi, dan gagasan masa depan bertemu serta berkolaborasi dalam mengukuhkan Jakarta sebagai kota global,” kata Iwan di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Iwan menjelaskan festival tersebut mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari pembuat kebijakan, akademisi, inovator teknologi, pelaku industri kreatif, hingga komunitas masyarakat sipil untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang akan dihadapi Jakarta sebagai kota global.
Menurut Iwan, penyelenggaraan JFF untuk kedua kalinya di TIM menjadi bukti bahwa kawasan yang telah direvitalisasi tersebut semakin mampu mengakomodasi kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, inovasi, dan diskursus pembangunan perkotaan.
Ia menilai JFF bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang kolaborasi yang dapat mempertemukan beragam pemangku kepentingan dalam merumuskan solusi bagi perkembangan Jakarta di masa depan.
“JFF 2026 diproyeksikan akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai sektor. Selain menghadirkan beragam sesi diskusi dan pameran, penyelenggara juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung, mulai dari akses transportasi publik menuju kawasan Cikini, area parkir, hingga integrasi sistem digital di area festival,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan festival, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas di sejumlah titik kawasan. Graha Bhakti Budaya, Teater Besar, Galeri Annex, hingga Plaza Teater akan digunakan untuk menggelar diskusi panel, pameran inovasi digital, dan instalasi seni interaktif.
“Seluruh lokasi kegiatan juga telah dilengkapi dengan dukungan teknologi dan sistem pengelolaan pengunjung guna memastikan kenyamanan serta keamanan selama festival berlangsung,” katanya.
Kembalinya JFF ke TIM dinilai memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan seni, budaya, teknologi, dan inovasi dalam satu ekosistem. Transformasi pascarevitalisasi juga menjadikan TIM semakin relevan sebagai ruang dialog publik yang mendukung agenda pembangunan Jakarta.
Melalui penyelenggaraan JFF 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat mendorong lahirnya rekomendasi strategis, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mempercepat langkah Jakarta menuju kota yang berkelanjutan, berdaya saing, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....