Wagub DKI Ajak Korban Kebakaran Kemayoran Pindah ke Rusun

  • 04 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak warga yang terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk mempertimbangkan pindah atau tinggal di rumah susun (rusun). Menurutnya, hunian vertikal dapat menjadi solusi jangka panjang guna mengurangi risiko kebakaran yang kerap terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.

Rano menilai persoalan permukiman di Kebon Kosong merupakan masalah yang telah berlangsung lama dan memerlukan penyelesaian yang lebih komprehensif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, berupaya mencari solusi agar warga dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan layak.

“Pada saat saya berkunjung ke daerah yang namanya Kebon Kosong, ini memang menjadi sejarah panjang. Ini yang mudah-mudahan akan segera kita selesaikan,” ujar Rano, di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Rano menegaskan bahwa upaya relokasi ke rumah susun tidak selalu mudah dilakukan. Rano mengungkapkan sebagian warga masih memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan lingkungan tempat tinggal mereka karena telah menetap secara turun-temurun di kawasan tersebut.

Ia mencontohkan percakapannya dengan sejumlah warga yang mengaku enggan pindah karena merasa memiliki ikatan sejarah dengan wilayah tersebut. “Mereka bilang, ‘Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini’,” ujarnya.

Rano mengaku memahami alasan tersebut. Bahkan, dirinya juga lahir dan besar di kawasan Kemayoran. Meski demikian, ia menilai kondisi permukiman yang semakin padat membuat berbagai risiko, termasuk kebakaran, menjadi sulit dihindari jika tidak ada penataan yang lebih baik.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memberikan pemahaman bahwa tinggal di rumah susun bukan berarti mengurangi kualitas hidup masyarakat. Sebaliknya, rusun dinilai mampu menyediakan lingkungan yang lebih tertata dengan fasilitas yang lebih memadai dibanding permukiman padat yang rawan bencana.

“Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak,” kata Rano.

Berdasarkan data sementara Pemprov DKI Jakarta, kebakaran di Kebon Kosong berdampak pada 304 bangunan. Musibah tersebut mengakibatkan 354 kepala keluarga atau 679 jiwa terdampak dan harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Untuk memenuhi kebutuhan para korban, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka. Posko tersebut dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, serta dukungan psikologis bagi warga yang terdampak kebakaran.

Sementara itu, terkait kemungkinan bantuan pembangunan kembali rumah warga, Rano mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan dan akan membahas lebih lanjut bentuk bantuan yang dapat diberikan. “Kalau membantu bangun rumah kan relatif, tapi membantu anggaran pasti. Itu nanti kita bicarakan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....