Wagub DKI Sebut Siswa Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Kesempatan Ujian Susulan

  • 02 Jun 2026 18:10 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan siswa yang menjadi korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, tetap dapat mengikuti ujian melalui mekanisme ujian susulan. Kebijakan tersebut diambil untuk mengakomodasi peserta didik yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat musibah kebakaran.

“Saya tadi pagi langsung menanyakan kepada Kepala Dinas Pendidikan mengenai nasib anak-anak yang terdampak kebakaran. Mereka tetap bisa mengikuti ujian melalui mekanisme susulan,” kata Rano saat meninjau lokasi kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, tidak ada bangunan sekolah yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi para siswa yang kehilangan perlengkapan belajar membuat mereka kesulitan untuk mengikuti ujian sebagaimana mestinya.

Selain memastikan keberlangsungan pendidikan, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para korban, khususnya anak-anak. Untuk itu, pemerintah membuka layanan trauma healing melalui posko psikologis yang disiagakan di lokasi pengungsian.

Rano menjelaskan, dukungan psikososial diperlukan agar anak-anak dapat pulih dari dampak trauma yang ditimbulkan oleh musibah kebakaran dan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan layanan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta diminta membantu proses penggantian dokumen yang rusak atau hilang.

Rano mengimbau warga terdampak untuk segera melaporkan kehilangan dokumen kepada instansi terkait agar proses penerbitan kembali dapat dilakukan secepat mungkin. Menurutnya, pemulihan pascakebakaran tidak hanya mencakup kebutuhan dasar para korban, tetapi juga pemulihan akses terhadap layanan pendidikan dan administrasi kependudukan.

“Kami akan terus memantau kebutuhan para korban kebakaran serta memastikan seluruh layanan bantuan, baik pendidikan, kesehatan maupun administrasi, dapat diakses oleh warga terdampak selama masa penanganan darurat dan pemulihan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....