H+1 Idul Adha, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Tradisional Jakarta Timur Masih Tinggi
- 28 Mei 2026 13:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Harga cabai dan bawang di pasar tradisional kawasan Jakarta Timur masih tinggi pada H+1 Hari Raya Idul Adha. Cabai rawit dibanderol hingga Rp120.000 per kilogram, sementara bawang merah dijual mencapai Rp80.000 per kilogram.
Berdasarkan keterangan Anwar, pedagang sayuran di Pasar Rawamangun, Kamis 28 Mei 2026, harga cabai keriting merah berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar dijual lebih dari Rp100.000 per kilogram.
“Lumayan naiknya tinggi lah ini. Bawang sekarang harganya Rp70.000 sampai Rp80.000. Cabai ada yang Rp100.000 lebih, ada yang Rp80.000. Apalagi rawit sekarang, rawit Rp120.000. Yang ini cabai keriting merah sekitar Rp80.000 sampai Rp90.000,” kata Anwar di kiosnya.
Harga tinggi tersebut diketahui sudah berlangsung sejak sebelum Idul Adha dan bertahan sekitar dua pekan terakhir. Kondisi itu membuat permintaan masyarakat tidak terlalu kuat meski ada momentum hari raya besar keagamaan.
“Ya kalau permintaan pembeli mah mau berapa pun ya dikasihlah. Paling banyak belinya paling se-ons, se-ons, kayak gitu. Ada kenaikan [permintaan] tapi tidak kuat, karena itu harganya terlalu tinggi kan susah ngeteng,” ujar Anwar.
Kenaikan harga tidak berlaku untuk komoditas sayuran hijau. Di lapak Anwar, sayuran masih dibanderol dengan harga normal. “Harga sayur mendingan lah, normal,” katanya.
Sementara itu, harga komoditas lain seperti telur masih relatif stabil. Udin, pedagang telur di Pasar Rawamangun, mengatakan telur ayam negeri curah masih dijual Rp27.000 per kilogram.
“Iya memang sih semenjak mau menjelang Ramadan lalu itu sempat ada kenaikan harga ya. Terus kemarin Idul Adha juga sempat ada kenaikan ditingkat distributor, cuma kita masih bisa jual di harga Rp27.000 per kilo sekarang,” ujar Udin di kiosnya, Kamis 28 Mei 2026.
Meski demikian, Udin belum bisa memastikan harga telur beberapa hari ke depan, sebab ia belum sempat menambah stok dari distributor. “Barangnya kan belum datang, terlambat karena momen Idul Adha, jadi harga apakah mau naik atau turun, kita belum tahu,” ujarnya.
Pada momentum Idul Adha ini, para pedagang berharap stabilitas harga bahan pangan dapat dijaga agar daya beli masyarakat kembali meningkat. “Inginnya harga kembali normal, kasihan pembelinya,” ujar Anwar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....