Pemprov DKI Pastikan Hewan Kurban yang Masuk Jakarta Bebas Penyakit Menular
- 27 Mei 2026 12:09 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke wilayah ibu kota dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular pada Iduladha 1447 Hijriah. Pemprov DKI juga memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban dengan berkoordinasi bersama daerah pemasok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan pengawasan dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit hewan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
“Jadi kita pastikan semua hewan yang masuk ke Jakarta itu bebas dari penyakit-penyakit, khususnya penyakit yang bersifat zoonosis atau dapat menular kepada manusia atau yang biasa kita kenal dengan penyakit antraks, penyakit mulut dan kuku, ataupun penyakit lainnya,” kata Hasudungan di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Selain pemeriksaan kesehatan hewan, Pemprov DKI juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat dan petugas terkait pelaksanaan kurban yang memenuhi standar keamanan pangan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pelatihan dan webinar yang melibatkan petugas pemeriksa hewan, masyarakat, serta panitia kurban.
Pelatihan tersebut difokuskan pada penerapan sistem pemotongan hewan kurban yang memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), mulai dari proses penyembelihan hingga penanganan daging. Dalam upaya pencegahan penyakit, Dinas KPKP DKI Jakarta juga melakukan pengambilan sampel darah pada hewan kurban di lokasi penjualan yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Hasudungan mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 458 sampel darah menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif penyakit antraks. Selain sampel darah, pemeriksaan juga dilakukan terhadap lingkungan tempat penjualan hewan kurban melalui pengambilan sampel tanah.
“Kita mengambil sampel tanah di tempat-tempat penjualan hewan kurban bahwa tanah-tanah di tempat penjualan itu juga bebas dari penyakit antraks karena penyakit antraks itu sangat berbahaya sekali dan bisa membahayakan kesehatan ataupun mengganggu kesehatan kita,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dinas KPKP DKI Jakarta juga melakukan penjaminan higiene dan sanitasi di lokasi pemotongan hewan kurban guna memastikan proses distribusi dan pengolahan daging tetap memenuhi standar kesehatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....