Ledakan Tabung Gas di Tambora, Lima Orang Luka-luka
- 22 Mei 2026 14:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah ledakan tabung gas 12 kilogram terjadi di RT 01/RW 07, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan rumah serta melukai lima penghuni di dalamnya.
Camat Tambora, Pangestu Aji, membenarkan adanya peristiwa ledakan tabung gas tersebut. “Dampaknya ada lima orang dalam satu rumah yang mengalami luka. Kondisi bangunan juga mengalami kerusakan cukup berat. Korban paling parah berinisial SCK (70) saat ini dirawat di RS Tarakan,” ujar Pangestu saat dikonfirmasi pada Jumat, 22 Mei 2026.
Berdasarkan keterangan awal, ledakan terjadi ketika salah satu penghuni hendak menyalakan kompor untuk memasak. Peristiwa ini diduga dipicu oleh kebocoran gas dari regulator yang tidak terpasang dengan sempurna.
“Diduga pemasangan regulator kurang rapat sehingga terjadi kebocoran. Saat kompor dinyalakan, gas yang sudah memenuhi ruangan langsung memicu ledakan,” kata Pangestu menjelaskan.
Camat Tambora menambahkan bahwa meskipun ledakan cukup kuat hingga merusak sebagian besar struktur rumah, peristiwa tersebut tidak menimbulkan kobaran api. “Ini lebih ke ledakan gas, bukan kebakaran. Namun daya ledaknya cukup besar hingga merusak tembok dan pagar rumah,” kata Pangestu.
Akibat kondisi bangunan yang tidak layak huni pasca ledakan, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) langsung melakukan pengamanan di lokasi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko lanjutan yang dapat membahayakan warga sekitar.
“Struktur bangunan dikhawatirkan membahayakan, sehingga diamankan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan korban tambahan,” ujar Pangestu.
Saat ini, pihak pemadam kebakaran bersama kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari ledakan tabung gas 12 kilogram tersebut.
“Penyebab pastinya masih dalam pemeriksaan. Nanti akan diinformasikan lebih lanjut setelah hasil penyelidikan keluar,” kata Pangestu Aji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....