Pernak-pernik Job Fair Jakut: Kisah Irfan, Lulusan SMK Beradu Nasib di Ibu Kota

  • 22 Mei 2026 13:04 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Job Fair di Jakarta Utara menjadi harapan bagi ribuan pencari kerja muda, termasuk lulusan SMK, untuk mendapatkan peluang kerja di tengah ketatnya persaingan industri.
  • Banyak pencari kerja mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan meski telah mengirim puluhan lamaran secara daring, sehingga memilih datang langsung ke bursa kerja untuk mencari peluang lebih besar.
  • Para pencari kerja berharap kegiatan Job Fair tidak hanya membuka lowongan kerja, tetapi juga menghadirkan pelatihan dan kesempatan bagi lulusan baru yang minim pengalaman kerja.

RRi. CO. ID, JAKARTA – Mengenakan kemeja rapi dan membawa map berisi harapan, Irfan Fauziansyah (18) tampak antusias sekaligus cemas menyusuri deretan stan perusahaan di sebuah acara Job Fair di Jakarta Utara. Pemuda asal Kuningan, Jawa Barat ini adalah satu dari ribuan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tengah berjuang memutus rantai pengangguran di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.

Irfan merupakan lulusan SMK Negeri 4 Kuningan jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Demi memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan, ia rela merantau dan kini tinggal di kawasan Parung, Bogor, agar lebih dekat dengan pusat-pusat industri di ibu kota dan sekitarnya.

Puluhan Lamaran Tanpa Jawaban

Meski usianya masih sangat muda, Irfan telah merasakan pahitnya mencari kerja. Sebelum memutuskan datang langsung ke bursa kerja, ia mengaku telah mengirimkan puluhan lamaran melalui berbagai portal lowongan kerja daring. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun panggilan wawancara yang mampir ke ponselnya.

"Susah cari kerja sekarang. Sudah kirim puluhan lamaran lewat website, tapi belum ada yang panggil," ujar Irfan kepada RRI Jakarta dengan nada getir. Jumat 22 Mei 2026.

Menurutnya, hambatan terbesar yang dihadapi lulusan baru (fresh graduate) sepertinya adalah syarat pengalaman kerja yang hampir selalu dicantumkan oleh perusahaan.

"Banyak yang cari yang sudah berpengalaman, sementara kami baru lulus," tambahnya.

Bekal Sekolah yang Dirasa Masih Kurang

Sebagai lulusan TKR, Irfan sebenarnya memiliki keterampilan teknis seperti perawatan kendaraan (maintenance) hingga perbaikan mesin. Ia juga sempat menjalani program magang selama enam bulan di sebuah bengkel di Cirebon. Namun, ia merasa bekal dari sekolah dan pengalaman magangnya belum cukup kuat untuk bersaing di industri besar.

"Menurut saya (pembelajaran di sekolah) masih kurang. Butuh pengalaman lebih banyak lagi. Kemarin magang juga merasa salah pilih tempat, jadi pengalamannya kurang maksimal," akunya jujur.

Kerja Demi Kuliah

Di balik kegigihannya mencari kerja, Irfan menyimpan impian untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Namun, kondisi ekonomi menuntutnya untuk mandiri terlebih dahulu. Ia berencana mencari pekerjaan di pabrik atau bengkel besar untuk mengumpulkan modal agar bisa kuliah sambil membantu ekonomi keluarga.

Irfan pun berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib lulusan SMK dengan mempermudah akses lapangan kerja dan menyediakan lebih banyak program pelatihan tambahan untuk mengasah skill praktis yang dibutuhkan industri.

"Harapannya buat pemerintah, tolong dipermudah buat anak-anak yang baru lulus cari kerja. Kalau bisa ada program pelatihan biar skill kami makin nambah," tutup Irfan sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju stan perusahaan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....