Wisuda ke-65, Moestopo Gaungkan Semangat Kebangkitan Generasi Intelektual

  • 20 Mei 2026 17:34 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menggelar Dies Natalis dan Wisuda ke-65 di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Mengusung tema “Dari Moestopo untuk Indonesia: Semangat Kebangkitan Generasi Intelektual”, momentum tersebut menjadi simbol lahirnya generasi baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan integritas kebangsaan.

Sebanyak 699 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai lulusan Sarjana, Magister, dan Doktor dari berbagai fakultas di lingkungan universitas. Rinciannya terdiri atas 97 lulusan Fakultas Kedokteran Gigi, 288 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 160 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta 154 lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi.

Prosesi wisuda tahun ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga dikemas dengan konsep modern dan inspiratif. Pembukaan acara menampilkan visual sinematik yang menggambarkan perjuangan mahasiswa menyelesaikan pendidikan di tengah tantangan sosial, ekonomi, hingga perubahan teknologi di era digital.

Suasana semakin semarak dengan penampilan seni budaya Nusantara yang memadukan unsur tradisional dan modern. Pertunjukan tersebut menjadi simbol persatuan dan keberagaman sekaligus memperkuat pesan kebangkitan generasi muda Indonesia.

Momen haru juga mewarnai prosesi ketika para wisudawan terbaik lintas fakultas menerima penghargaan langsung di atas panggung bersama orang tua mereka. Kehadiran keluarga dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan akademik para lulusan.

Ketua Pengurus Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) RM. H. Hermanto JM menegaskan bahwa tema wisuda tahun ini bukan sekadar slogan seremonial, melainkan pesan moral agar para lulusan mampu menjadi generasi intelektual yang membawa dampak nyata bagi bangsa.

“Gelar yang saudara sandang hari ini bukan tanda akhir, melainkan awal dari pengabdian. Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu mengubah ilmu menjadi solusi, kritik menjadi aksi, dan kecerdasan menjadi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya karakter dan integritas di tengah perkembangan dunia digital dan sistem kerja hybrid yang semakin berkembang. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Muhammad Saifulloh mengatakan wisuda menjadi momentum lahirnya generasi intelektual baru Indonesia yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk berkarya bagi negeri.

“Hari ini saudara tidak hanya menerima gelar akademik, tetapi juga amanah untuk hadir di tengah masyarakat sebagai intelektual yang membawa perubahan, solusi, dan pengabdian,” katanya.

Ia mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi di tengah berbagai tantangan kehidupan, mulai dari tekanan ekonomi, pekerjaan, hingga perubahan sosial yang cepat.

Ketua Pelaksana Wisuda, T. Herry Rachmatsyah, menilai tema wisuda sangat relevan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap Mei. Menurutnya, kebangkitan generasi muda saat ini diwujudkan melalui perjuangan menghadapi disrupsi teknologi, ketertinggalan ilmu pengetahuan, hingga krisis moral.

“Bangsa ini membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, kepedulian sosial, dan keberanian untuk membawa perubahan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....